Monday, January 26, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

BPH Migas Gelar Sosialisasi Implementasi Sub Penyalur Di Kabupaten Belu

Atambua, Theeast.co.id – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH MIGAS) melakukan Sosialisasi Implementasi Sub Penyalur dalam rangka percepatan penerapan BBM 1 harga secara nasional di aula hotel Matahari Atambua, Senin (10/09/2018). Kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 13 Tahun 2018 dan Peraturan BPH Migas nomor 06 Tahun 2015 tentang penyaluran jenis bahan bakar minyak tertentu dan jenis bahan bakar khusus penugasan pada daerah yang belum terdapat Penyalur‚ serta dalam rangka melakukan pengaturan agar ketersediaan dan pendistribusian BBM yang ditetapkan Pemerintah dapat terjamin di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bupati Belu melalui Sekertaris Daerah (Sekda) Belu, Petrus Bere dalam sempat sambutannya mengucapkan selamat datang kepada pihak Kementerian SDM yang datang menyelenggarakan sosialisasi implementasi sub penyalur di Belu sebagai daerah perbatasan negara RI-RDTL. Sekda juga mengucapkan terimakasih atas kebijakan pemerintah pusat yang menerapkan BBM 1 harga secara nasional dimana menjunjung tinggi sila 5 Pancasila. “jujur kami katakan bahwa kami kurang mendapatkan keadilan itu. Maka sekali lagi kami ucapkan terima kasih atas kebijakan ini “, ungkap Petrus.

Dengan kebijakan ini diharapkan bisa menciptakan suasana pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah 3T (Tertinggal, Terluar, Terbelakang) termasuk daerah perbatasan negara di Belu. “sangat diharapkan kebijakan ini membuat masyarakat semakin sejahtera dari waktu ke waktu. Dan semoga kedepan kabupaten Belu sebagai kabupaten perbatasan bisa menikmati kebijakan yang sama”, ucap Bere.

Komite BPH Migas Ir. Hendy Ahmad MT yang membuka secara resmi kegiatan tersebut dalam sempat sambutannya mengatakan bahwa dengan kegiatan sosialisasi ini terkandung makna perhatian pemerintah untuk daerah yang jauh dari pusat. Hal ini dikarenakan potensi dari daerah manapun ditunjang dari ketersediaan bahan bakar. Indonesia saat ini juga masih tergantung terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM) yang kurang lebih 85% energi masih menggunakan BBM. Untuk daerah Indonesia bagian Barat bisa dikatakan ketersediaan BBM-nya cukup memadai.

Potensi Kabupaten Belu akan meningkat apabila ketersediaan BBM cukup di daerah ini. Karena itulah pihaknya bersama rombongan dari BPH Migas dalam menjalankan tugas dan fungsi menyediakan secara merata BBM di semua daerah Indonesia mewujudkan dengan momen hari ini. “semoga apa yang kita gagas dapat disambut dengan baik oleh masyarakat Kabupaten Belu”, ungkapnya.

Dengan kegiatan ini juga diharapkan agar kedepan daerah ini dapat mengolah pertumbuhan ekonomi dengan baik sehingga bisa memberi dampak yang besar bagi seluruh masyarakat di Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Ronny)

Popular Articles