Koster Beri Dukungan Terbuka Ke Jokowi-Amin

61

Denpasar,Theeast.co.id, – Gubernur Bali I Wayan Koster secara tegas menyatakan dukungannya kepada Presiden Joko Widodo tJokowi) dalam Pilpres Tahun 2019 mendatang. Hal ini disampaikan Koster saat ditemui di Kantor DPRD Bali, Rabu (12/9). Menurut Koster, sekalipun dirinya menjabat sebagai Gubernur Bali periode 2018-2023, namun sebagai kader partai yang mengusung pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin, dirinya memiliki kewajiban untuk mendukung pasangan yang diusung PDIP dan partai koalisi tersebut. “Sebagai kader saya harus dukung. Namun gubernur tidak boleh kampanye. Itu aturannya. Gubernur tidak boleh kampanye. Sebagai kader saya harus dukung,” ujarnya.

Menurutnya, dirinya juga secara aturan tidak boleh menjabat sebagai ketua tim pemenangan di tingkat provinsi. “Gubernur tidak boleh menjadi ketua tim pemenangan. Begitu aturannya,” ujarnya. Namun ia memastikan, sebagai ketua partai di provinsi dan juga sebagai gubernur, seluruh pergerakan tim pemenangan di Bali tetap menjadi atensi dirinya. Nama-nama struktur Tim Pemenangan Jokowi-Amin dari Bali sudah dikirim ke Jakarta sejak Senin (10/9) lalu. Tim itu sudah digodok oleh 9 partai koalisi baik pendukun maupun pengusung Jokowi-Amin. Batas akhir pengiriman struktur tim pemenangan Bali sudah dikirim ke Jakarta sesuai dengan komposisi yang sudah ditentukan yakni ketua, sekretaris dan bendahara (KSB). Secara nasional, ketuanya adalah PDIP, Sekretarisnya adalah Golkar dan Bendaharanya adalah Nasdem.

Baca juga :  Gubernur Bali instruksikan Warga Datangi TPS Di Hari Pencoblosan

Seperti diketahui, Tim pemenangan untuk pasangan Jokowi-Amin Provinsi Bali akhirnya terbentuk setelah dilakukan rapat tim pemenangan Jokowi-Amin Provinsi Bali digelar di Ina Grand Bali Beach Sanur, Sabtu malam (8/9) lalu. Seluruh partai koalisi yang mendukung Jokowi-Amin di Provinsi Bali diundang dan semuanya hadir. Mereka di antaranya dari PDIP yakni Gubernur Bali I Wayan Koster, Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, IGN Alit Kelakan dan beberapa pengurus lainnya. Dari Nasdem terdiri dari Ketua DPW Partai Nasdem Ida Bagus Oka Gunastawa, Sekretaris Luh Putu Nopi Seri Jayanti. Partai Golkar terdiri dari Ketua DPD Golkar Bali I Ketut Sudikerta, Sekjen Golkar Nyoman Sugawa Korry, Ketua Harian IGP Wijaya. Hadir juga dari Ketua Perindo Bali Sukla Arnata, PSI, Hanura, dan semua partai koalisi lainnya.

Baca juga :  Pastikan Pilkel Berjalan Lancar, Timwas akan Turun Ke Lapangan

Dari pertemuan awal itu, disusunlah kepengurusan tim pemenangan Jokowi-Amin di Bali. Sesuai dengan pedoman tim kampanye nasional, yang menjabat ketua, sekretaris, bendahara (KSB) itu sesuai dengan perolehan kursi di parlemen dalam partai koalisi. Jadi ketua tim itu dari PDIP, Sekretaris dari Golkar dan Bendahara dari Nasdem. Untuk Bali, terpilih sebagai Ketua Tim Pemenangan adalah IGN Alit Kesuma Kelakan dari PDIP, Sekretaris IGP Wijaya dari Golkar, dan Bendahara Luh Putu Nopi Seri Jayanti dari Nasdem. Semua ketua partai koalisi pendukung Jokowi-Amin akan diposisikan sebagai dewan pengarah. Jumlahnya ada 9 partai baik yang saat ini sudah duduk di parlemen maupun yang akan mengikuti Pileg 2019 ini. Selain 9 ketua partai koalisi, tim juga menunjuk Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama dan Menteri Koperasi dan UKM AAN Puspayoga untuk duduk di dewan pengarah tim pemenangan dari Provinsi Bali. “Sehingga totalnya ada 11 orang dewan pengarah yang berasal dari 9 partai politik dan 2 tokoh yang ditunjuk,” ujarnya. Untuk dewan penasihat, masing-masing partai wajib menyerahkan satu nama tokoh yang berpengaruh, suaranya didengarkan. Artinya, ada 9 partai, maka ada 9 nama yang akan duduk dalam struktur dewan penasihat. Nama-nama itu disetor ke pusat pada Senin (10/9) lalu. Untuk sementara dalam rapat tersebut hanya membahas personalia tim saja. Setelah disetor ke pusat, maka tim akan bertemu lagi untuk berbicara soal agenda selanjutnya. Tim yang sama akan dibentuk sampai ke kabupaten dan kota seluruh Bali.(Axelle Dhae)

Facebook Comments