Saturday, January 24, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Jokowi Tidak Cerdas Iklan Bendungan Di Bioskop

Denpasar,Theeast.co.id, – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mewanti-wanti para kepala daerah di Indonesia baik sebagai gubernur maupun sebagai bupati dan walikota agar tidak terlalu jauh terlibat dalam kampanye Pilpres. Saat dikonfirmasi di Kuta Bali, Kamis (13/9), politis Partai Gerindra tersebut meminta agar para kepala daerah baik gubernur maupun bupati seharusnya bisa mendudukan posisi mereka sebagai pemimpin yang netral. “Seharusnya pejabat kepala daerah itu bisa mendudukan posisi mereka sesuai dengan porsinya. Bila sedang kerja, dia harus bekerja untuk seluruh masyarakatnya. Bukan hanya bekerja untuk masyarakat tertentu yang mendukung Capres tertentu. Disitu bisa terjadi konflik kepentingan karena dia menjalankan program daerah sambil berkampanye untuk calon tertentu,” ujarnya.

Dalam kondisi seperti ini, maka kepala daerah itu bisa melakukan penyelewengan jabatan atau menyalahgunakan jabatan yang ada. Selain itu, kepala daerah yang bersangkutan bisa dikategorikan korupsi karena pejabat yang bersangkutan, seharusnya waktunya bekerja untuk rakyat, digaji oleh rakyat dan untuk rakyat, tetapi menggunakan kepentingan itu untuk calon tertentu dengan menggunakan fasilitas milik rakyat. Ia menggunakan fasilitas negara untuk memenangkan calon tertentu. Ini disebut korupsi.

Fadli juga menyoroti iklan Jokowi yang terpasang di beberapa bioskop di Indonesia. Ini sangat tidak relevan karena iklan itu menggunakan uang negara. “Menurut saya tidak perlu sampai iklan di bioskop. Tidak perlu lah sosialisasi membangun bendungan sampai ke bioskop. Selain mengganggu orang untuk nonton bioskop, sosialisasi membangun bendungan di bioskop juga menggunakan uang negara. Mendingan anggaran itu dipakai untuk korban gempa daripada membiayai iklan di bioskop,” ujarnya. Iklan itu banyak yang gratis di media sosial di facebook, twitter dan sebagainya yang tidak memerlukan biaya apa pun. “Iklan di bioskop mengganggu orang yang mau nonton. Mereka mau nonton hiburan dipaksa untuk menonton iklan yang belum tentu benar. Bukan hanya tidak cerdas, tetapi menjengkelkan rakyat,” ujarnya.(Axelle Dhae)

Popular Articles