Atambua, Theeast.co.id, – Hari jadi yang ke 73 Radio Republik Indonesia (RRI) dibawah tema ‘Dari Sini Indonesia Masih Ada Dan Terus Ada’, Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Atambua melakukan penambahan daya jangkauan siaran. Hal ini disampaikan Kepala LPP RRI Atambua Paulus Laiyan dalam sempat sambutannya pada acara perayaan HUT ke 73 RRI di Kantor LPP RRI Atambua, Rabu (12/09/2018). “Untuk memperingati hari radio kali ini merupakan momen yang sangat strategis menandai 73 Tahun RRI mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia”, jelas Paulus.
Kepala LPP RRI Atambua kepada masyarakat di wilayah Perbatasan kabupaten Belu dan TTU serta kabupaten Malaka dan Alor sebagai wilayah jangkauan siaran RRI Atambua menyampaikan bahwa di RRI Atambua ada penambahan daya jangkauan siaran yang nantinya akan dioperasikan. Pemancar yang awalnya 100 Watt akan ditambahkan menjadi 5 Kilowatt. Selain itu juga ada perubahan frekuensi siaran Pro 3 dari 99,0 Mz ke 93,1 Mz.
LPP RRI Atambua juga merencanakan untuk melakukan kerja sama siaran dengan radio Televisi Republik Demokratic Of Timor Leste. “Kami juga menyadari kalau sejumlah program siaran yang nantinya akan dibangun bersama Pemerintah kabupaten Belu akan kami jajak sehingga sebaran informasi pembangunan dapat diteruskan dengan baik di kalangan masyarakat”, imbuh Laiyan.
Dikatakan bahwa RRI Atambua juga memiliki Program Siaran Lintas Perbatasan yang selama ini dilakukan kerjasama siaran dengan unsur TNI khususnya Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif 743/PSY. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan kedepannya kerja sama juga dilakukan dengan pihak – pihak yang langsung di sentra-sentra ekonomi masyarakat.
Pihak LPP RRI Atambua juga berharap agar pihak Pemerintah kabupaten Belu juga dapat membangun sinergitas siaran bersama dengan dukungan mobil siaran luar (OB Van). “Semoga bapak Bupati Belu dan stakeholder lain dalam hal ini DPRD Belu dapat memperjuangkan mimpi kami dengan 1 unit OB Van untuk siaran luar maka dengan demikian kami yakin siaran RRI Atambua langsung ke sentra ekonomi masyarakat yang selama ini belum terjawab”, ungkap Paulus.
Dalam sambutannya juga disampaikan pesan moral dan penyemangat bagi angkasawan/angkasawati LPP RRI Atambua dalam mendedikasikan dirinya untuk meneguhkan semangat kebersamaan dan pengabdian demi kemajuan Bangsa. “Semangat ini harus dimaknai dan dicerminkan dalam bentuk pelayanan informasi melalui program siaran berupa informasi fakta di lapangan dan juga menghadirkan upaya solutif edukatif yang berkualitas”, tutur Kepala LPP RRI Atambua.
Pada kesempatan itu juga, Kepala RRI Atambua, Paulus Laliyan menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Belu, Forkompinda Kabupaten Belu, Pimpinan SKPD kabupaten Belu yang terus bersinergi dengan RRI Atambua untuk mengawal NKRI melalui program siarannya dan juga kepada Stakeholder lain atas kepercayaan dukungan dan kerjasama. Pada kesempatan itu juga disampaikan limpah terima kasih kepada pemerhati dan fans RRI Atambua yang selalu memberikan atensinya bagi kemajuan lembaga tercinta RRI Atambua.
Untuk diketahui bahwa dalam memeriahkan HUT RRI ke 73, LPP RRI Atambua juga telah merangkai dan melakukan beberapa kegiatan antara lain, lomba-lomba internal mulai dari jepit terong, gigit koin, lomba mengucapkan tri prasetya dan Mars RRI, kerja bakti pembersihan kapela kuneru, Pendonoran Darah serta kunjungan ke RSUD Belu. Kemudian dilaksanakan upacara Bendera pada Rabu (12/09/2018) yang kemudian dilanjutkan pada pukul 12:00 WITA penyulutan obor Tri Prasetya RRI ke 73 yang dilakukan serentak se-Indonesia sebagai acara puncak Perayaan HUT RRI. (Ronny)


