Denpasar,Theeast.co.id, – Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Benny Susianto menegaskan, Kodam IX Udayana akan menerjunkan 5050 anggota TNI untuk melakukan pengamanan langsung terhadap Sidang IMF dan World Bank di Nusa Dua Bali pada Oktober mendatang. Jumlah pasukan tersebut belum termasuk bantuan personil dari Mabes TNI. “Pasukan saya dari Kodam IX Udayana ada 5050 orang. Nanti diperkuat lagi dari Mabes TNI sebanyak sekitar 750 orang karena memang Mabes menjadi pengendalinya,” ujarnya di Denpasar, Sabtu (15/9).
Menurut Pangdam, saat ini Pusat Komando sudah didirikan dengan seluruh perangkatnya, sebagai sarana pengendalian pengamanan selama IMF berlangsung. Sejauh ini, ancaman terorisme belum ada. Namun petugas sebenarnya sudah menyiapkan langkah untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi termasuk adanya ancaman terorisme yang bisa membahayakan para delegasi. “Ancaman teror sampai saat ini memang belum ada. Semua pengendalian keamanan ditingkatkan. Sampai saat ini tidak ada indikasi kesana. Sementara untuk peningkatkan keamanan sudah dilakukan sejak bulan lalu, dimana dilakukan pengetatan keamanan di pintu masuk Bali,” ujarnya.
Menurutnya, kerja keras intelijen mengindikasikan terjadi serangan serius yang mengancam Bali. Selain pengendalian ancaman keamanan, pihaknya juga sudah mengantisipasi ancaman bencana alam yang akan terjadi. Semua sistem itu sudah diintegrasikan dengan Pusat Komando yang sudah sangat bagus. “Semua informasi tentang mitigasi bencana, tentang terorisme, semuanya sudah terekam di Pusat Komando, termasuk langkah-langkah evakuasi yang harus dilakukan,” ujarnya.(Axelle Dhae)


