Sunday, March 29, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

28 Ribu Pemuda Indonesia Dilatih Jadi Kader Anti Narkoba, Bali Baru 200 Orang

Denpasar,Theeast.co.id, – Asisten Deputi Pemberdayaan Wawasan Kepemudaan Kementerian Pemuda dan Olah Raga Arifin Majid mengatakan, sesuai arahan Presiden Jokowi bahwa Indonesia saat ini adalah darurat Narkoba. “Kami mengadakan kegiatan pelatihan pemuda anti narkoba. Ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo bahwa Indonesia adalah darurat Narkoba sehinga Kementerian Pemuda dan Olah Raga terus melakukan kegiatan pelatihan kader pemuda anti Narkoba yang saat ini sudah menyasar kurang lebih 10 sampai 11 provinsi di Indonesia. Pelatihan sudah dilaksanakan di 10 provinsi selama 3 tahun terakhir. Masing-masing provinsi akan diambil kurang lebih 2 ribu orang. Jadwalnya sebenarnya akan dilakukan di seluruh provinsi di Indonesia. Sampai saat ini sudah ada sekitar 28 ribu orang kader pemuda anti narkoba. Rata-rata per-provinsi dilatih sebanyak 2 ribu orang. Sebenarnya kita ingin latih untuk kader pemuda anti narkoba di seluruh provinsi di Indonesia. Namun karena keterbatasan anggaran maka kita latih secara bertahap dan akan menyasar seluruh provinsi di Indonesia,” ujarnya di Kuta Bali, Senin (24/9).

Menurutnya, setiap tahun akan dilakukan di beberapa provinsi. Rata-rata perprovinsi rata-rata 2 ribu orang. “Untuk kali ini kami melatih di Provinsi Bali. Jumlahnya bertahap setiap kabupaten akan diambil. Kali ini kami hanya melatih kepada peserta dari 5 kabupaten sebanyak 200 orang yakni dari Denpasar, Badung, Tabanan, Gianyar dan Klungkung,” ujarnya. Diharapkan, pemerintah setempat, baik provinsi maupun kabupaten bisa melatih lagi para pemuda dan pemudi Indonesia yang lainnya untuk menjadi kader pemuda anti narkoba. “Di Jawa Timur misalnya, yang dilatih oleh Kemenpora hanya sekitar 1300 orang. Namun saat ini berkembang menjadi 11 ribu orang dan tersebar hampir di setiap kabupaten di Jawa Timur,” ujarnya. Dalam beberapa tahun ke depan, akan terus diupayakan agar setiap provinsi sudah dilatih menjadi kader pemuda anti narkoba sehingga hal itu bisa ditularkan ke seluruh generasi bangsa.

Secara operasionalnya, setelah mendapatkan pelatihan dari tim inti provinsi, tim yang sama akan kembali ke masyarakat, ke lingkungannya masing-masing dan melakukan sosialisasi tentang bahaya Narkoba, bagaimana cara menghindari Narkoba dan seterusnya. Hal ini sangat penting karena saat ini Narkoba sudah masuk sampai ke desa-desa. Narkoba sudah tanpa batas dan sekat, siapa pun bisa mendapatkannya, dimana saja. Dalam pelatihan ini, pemilihan peserta diserahkan sepenuhnya kepada dinas terkait di provinsi dan kabupaten karena mereka lah yang paling tahu tentang daerah dan ancaman Narkoba yang terjadi. Peserta harus berusia 17 sampai 35 tahun karena ini adalah usia produktif yang mampu menyebarkan materi pelatihan ke lingkungannya masing-masing. (Axelle Dhae)

Popular Articles