Sunday, March 29, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Bupati Niga Dapawole, Gelar Video Conference di Mapolres Sumba Barat

Waikabubak, Theeast.co.id – Bupati Sumba Barat Drs.Agustinus Niga Dapawole melakukan Video Conference (Vicon) dengan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri),Penglima TNI, Menko Polhukam, Mendagri, KPU dan Bawaslu dalam rangka Pengamanan Pemilu Tahun 2019 di Mapolres Sumba Barat pada Senin, 24 September 2018. Bupati Sumba Barat menjamin pelaksanaan tahapan Pemilu di Kabupaten Sumba Barat akan berlangsung aman dan kondusif.

Sebagai pembuka dalam kegiatan ini, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mensukseskan pemilu tahun 2019 yang dilaksanakan serentak untuk memilih Calon anggota DPD, DPR dan DPRD serta Presiden.Pemerintah sebagai fasilitator. KPU, Bawaslu dan DKPP sebagai penyelenggara dan peran TNI/Polri sangatlah penting dalam mensukseskan pemilu tahun 2019, lanjutnya. Pada kesempatan itu juga Ketua KPU mengatakan agar tidak memasang alat/sarana kampanye di tempat – tempat yang dilarang seperti sekolah dan kantor Pemerintah.

Sementara Ketua Bawaslu RI menyampaikan agar semua kegiatan kampanye dalam bentuk apapun harus ada Surat Tanda Terima Pemberitahuan dari Kepolisian. Perlu adanya koordinasi antara KPU, Bawaslu dan Kepolisian untuk kegiatan ini serta harus dilakukan sosialisasi kepada peserta pemilu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama masa kampanye”, ujarnya.

Selanjutnya Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP) mengatakan ajang Politik di indonesia saat ini sedang berlangsung dimana peserta Caleg maupun Capres akan berkompetisi. “Kami mengharapkan agar Penyelenggara tetap Netralitas, harus memahami tugas dan tanggung jawab serta salalu profesionalisme dalam menangani setiap permasalahan / pelanggaran selama proses tahapan pemilu berlangsung”, katanya.

Mendagri mengatakan Gubernur dan Bupati adalah jabatan politis, oleh karena itu diperbolehkan untuk mendukung calon Presiden. Tapi ASN harus tetap menjaga netralitas dan melaksanakan tugas sesuai dengan Tupoksinya serta menghindari suatu sorotan melalui Media Sosial (Medsos) yang kini sulit dibendung.
“Forkopimda tidak sebatas yang ada saja, tetapi juga melibatkan tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama”, ujarnya.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia pada kesempatan itu mengatakan Pemilu 2019 ini merupakan kampanye yang sangat panjang ( Selma 7 bulan), sementara masih ada kegiatan Nasional lainnya yang membutuhkan perhatian TNI/POLRI diantaranya adalah Asian para Games 2018, Hari Raya Natal dan Tahun Baru. “Untuk menghadapi situasi ini maka dari TNI/POLRI menggelar Operasi Mantap Brata yang bertujuan mengamankan setiap tahapan Pileg dan Pilpres tahun 2019 dan juga Satgas Nusantara bertujuan menanggulangi adanya Hoax, Hate Speech dan Konflik Sosial kemudian Satgas Anti Money Politic bertujuan Penegakan Hukum Tindak Pidana Money Politic”, kata Kapolri.

Diakhir pertemuan itu Panglima TNI mengatakan pihaknya harus netralitas dan bersinergi dengan kepolisian guna mencegah dampak konflik yang terjadi selama tahapan pemilu berlangsung dan juga mengingatkan personilnya untuk membangun kedewasaan masyarakat dan apabila terdapat kontra di Lapangan yang bersifat mengganggu jalannya tahapan Pemilu dimana personil yang menemukan hal demikian agar secepat mungkin mengambil langkah pencegahan dengan cara memberikan himbauan tentang Kamtibmas.

Bupati Dapawole setelah menyaksikan bersama vicon hari ini mengatakan Pemerintah Daerah Siap membantu dan mendukung pihak Kepolisian dan TNI serta unsur terkait lainnya dalam Pengamanan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden Tahun 2019 khususnya di Kabupaten Sumba Barat. “Terkait Keamanan dan Pengamanan merupakan tanggung jawab bersama”, tuturnya

Turut hadir dalam Vicon tersebut, Kapolres Sumba Barat, Ketua KPUD Kabupaten Sumba Barat, Bawaslu Kabupaten Sumba Barat, Para Kabag dan Kasat Jajaran Polres Sumba Barat. (*)

Popular Articles