Wednesday, January 21, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Duta Besar Republik Indonesia Untuk Timor Leste Puji Festival Fulan Fehan

Atambua, Theeast.co.id – Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Republik Demokrat Timor Leste, Sahat Sitorus mengungkapkan pujian pada festival Fulan Fehan yang diselenggarakan di puncak padang savana Fulan Fehan, Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Nama Fulan Fehan sendiri mungkin masih menjadi nama yang asing bagi sebagian orang. Nama tempat tersebut mulai dikenal sejak berlangsungnya Festival Fulan Fehan pada tahun 2017 silam. Keunikan Festival Fulan Fehan terletak pada penampilan ribuan penari yang membawakan tarian Likurai. Dalam penampilan pertama tahun lalu, festival ini mempertontonkan 6000 penari Likurai sehingga Pesona Fulan Fehan tersebut mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengagendakannya dalam agenda Festival Indonesiana 2018 bersama dengan 20 daerah lain di Indonesia.

Festival Fulan Fehan yang dilaksanakan pada Sabtu (06/10/2018) kembali mempertontonkan 1500 penari Likurai yang dimana sehari sebelumnya (05/10/2018) dipantau gladi resiknya langsung oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya di Puncak Fulan Fehan. Festival yang sudah memasuki tahun penyelenggaraan kedua pada tahun ini ditampilkan kurang lebih selama satu jam. Penari Likurai yang berjumlah 1500 dari remaja Belu bersama seniman tampil secara kolosal menggetarkan bukit padang savana di perbatasan Indonesia-Timor Leste tersebut.

Duta Besar RI untuk RDTL, Sahat Sitorus dalam mengungkapkan bahwa penampilan even tahunan Festival Fulan Fehan tersebut sungguh luar biasa. “Tidak sangka di perbatasan itu ada kekayaan budaya. Kegiatan yang tadi dilaksanakan sudah sangat bagus. Saya tidak berani mengkritik karena memang wahh bagus sekali baik dari segi kareografi, penampilan tari, kerapian, musik, sound system, dan penampilan dari anak-anak itu sendiri. Ini sudah sangat baik, saya kira dipertahankan dan terus dilestarikan”, ungkap Dubes Sitorus.

Duta Besar RI untuk RDTL ini menyampaikan bahwa memang pantas festival Fulan Fehan diangkat ke pentas Nasional dan bahkan ke pentas Internasional. “Saya kira kegiatan ini merupakan hasil dari pesan bapak Presiden Jokowi, harus membangun dari perbatasan dan itu sudah terlaksana dengan baik. Mari kita teruskan”, imbuh Sahat.

Dirinya mengatakan Festival Fulan Fehan juga tidak hanya untuk NTT tapi juga untuk kerja sama cross border dengan Timor Leste dengan tujuan agar biar semakin banyak turis dari negara Timor Leste yang bisa mengenal Indonesia dan datang berkunjung ke Indonesia khususnya di daerah perbatasan langsung Kabupaten Belu. Diharapkan agar kerja sama yang akan dilaksanakan dapat terlaksana di berbagai bidang baik sosial, ekonomi, politik maupun bidang lainnya dengan maksud untuk memperoleh kebaikan pembangunan di daerah Perbatasan.

Festival Fulan Fehan di tahun 2018 ini juga didatangi banyak warga tetangga Timor Leste. Hal ini dikarenakan di Daerah Timor Leste juga sebelumnya melalui website, twitter, facebook telah di promosikan Festival di padang savana Desa Dirun Kabupaten Belu. “kita berbatasan langsung maka hari ini banyak warga Timor Leste yang datang termasuk ada juga konsulat dan beberapa pejabat dari negara Timor Leste”, tutur Dubes Sahat Sitorus. (Ronny)

Popular Articles