Atambua, Theeast.co.id – Perusahaan Listrik Negara Rayon Atambua saat ini sedang melakukan perluasan jaringan listrik di dalam kota yang terletak di Kuneru arah Bandara Udara A. A Bere Tallo Kelurahan Manumutin dan Fatubenao, Kelurahan Fatubenao, Kecamatan Kota Atambua serta beberapa desa di Kabupaten Belu wilayah perbatasan negara RI-RDTL. Perluasan jaringan itu tidak ada kaitannya dengan hajatan politik baik itu Pemilihan Legislatif maupun Pemilihan Presiden yang akan datang. Hal ini dijelaskan oleh Kepala PLN Rayon Atambua, Margi Setiyono saat dihubungi oleh Wartawan media Theeast.co.id, Selasa (09/10/2018).
Menurutnya, pekerjaan yang sedang dilakukan oleh pihak PLN tersebut awalnya berasal dari laporan dan keluhan dari masyarakat pelanggan. Laporan pelanggan waktu itu menyatakan ada tegangan drop yang mengakibatkan kekurangan daya listrik di dua wilayah dalam Kecamatan Kota Atambua.
Menanggapi laporan masyarakat pelanggan, PLN Rayon Atambua kemudian melakukan survei dan mengusulkan ke area Kupang, Provinsi NTT. Disampaikan laporan dan usulan tersebut sudah dilaksanakan sejak lama dari tahun kemarin dan kali ini baru mendapatkan realisasinya dari PLN Provinsi, Kupang. “Yang jelas PLN tidak ada kaitannya dengan politik. Kami lebih ke pelayanan. Kami kan bagian dari pemerintah atau bisa dibilang wakil pemerintah juga dalam hal pelayanan kelistrikan. Sekali lagi yang jelas pelayanan kami PLN itu tidak ada kaitannya dengan politik”, ungkap Margi Setiyono.
Diakui memang ada laporan dari masyarakat dan kadang juga ada beberapa anggota dewan (pelaku politik) yang datang ke kantor mengusulkan perluasan jaringan. “Namun kita PLN terima semuanya itu sebagai usulan dari masyarakat pelanggan. Usulan mana yang terealisasikan dahulu sebenarnya bukan dari PLN Rayon Atambua tetapi sekali ada usulan masyarakat yang masuk maka segera dilakukan survei dan diusulkan ke Kupang area Provinsi. PLN di area Provinsi tersebut yang menentukan pekerjaan mana yang akan dilakukan terlebih dahulu sehingga PLN disini pun mengawasi pekerjaan di lapangan yang telah ditentukan dari Kupang,” ujarnya.
Kepala PLN Rayon Atambua juga menjelaskan bahwa dalam kota di dua wilayah itu ada perluasan jaringan tapi hanya untuk perbaikan tegangan dan juga penambahan gardu. Saat ini untuk progres pekerjaan di dalam kota dinformasikan dari pihak lapangan sudah sampai pada tahap penanaman tiang listrik dan selanjutnya akan dilakukan penarikan kabel. “Kalau di Kuneru tambah satu gardu sedangkan yang di Fatubenao itu hanya perluasan kabel hitam atau istilahnya kabel TR (Tegangan Rendah)”, kata Margi.
Dijelaskan tegangan listrik di dua wilayah tersebut sebelumnya drop dibawah 200 Volt sehingga PLN melakukan perluasan dengan pasang tambah gardu. Diharapkan kepala PLN Rayon Atambua, Margi Setiyono bahwa dengan penambahan gardu tersebut tegangan listriknya akan membaik hingga bisa mencapai sekitar 220 sampai 230 volt sesuai standarnya. (Ronny)


