Buleleng, Theeast.co.id – Sampah plastik saat ini menjadi permasalahan pencemaran lingkungan yang ramai dibicarakan. Jumlah sampah plastik terus meningkat. Berbagai kebijakan di Buleleng telah diterapkan untuk mengatasi permasalahan sampah plastik. Berbagai pengelolaan juga telah dilakukan untuk memberdayakan sampah plastik yang kerap mengganggu lingkungan. Saat ini pengelolaan sampah plastik sudah lebih baik. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Rumah Plastik Desa Petandakan, Kecamatan Buleleng-Bali. Rumah Plastik ini telah berdiri selama 2 tahun sejak tahun 2016 lalu. Saat awal berdiri di tahun 2016, Rumah Plastik mampu mencacah sampah plastik hingga 200 ton. Tahun 2017 mencapai 500 ton. Dan hingga bulan oktober 2018 telah mencapai 500 ton cacahan.
Pemilik Rumah Plastik Putu Eka Darmawan mengatakan, hasil cacahan yang dilakukan di Rumah Plastik akan dijual kembali ke perusahaan pendaur ulang sampah plastik yang ada di Jawa bahkan hingga diekspor ke China. “Jadi proses pengumpulannya kami lakukan disini. Lalu kemudian dicacah menggunakan mesin pencacah. Hasil cacahannya kami jemur dulu setelah dicacah. Lalu kemudian dikemas ke dalam karung dan diekspor ke luar daerah dan juga ke China,” ungkapnya.
Eka menambahkan, seluruh sampah plastik yang dicacah merupakan hasil kemitraan dengan bank sampah yang ada di Buleleng. Para penggelut bank sampah di Buleleng sangat terbantu dengan adanya Rumah Plastik. Bank Sampah dapat menjual sampah-sampah plastik kepada Rumah Plastik untuk dicacah. “Sampah-sampah plastik yang ada di rumah plastik ini didapat dari hasil kerjasama kami bersama beberapa bank sampah yang ada di Buleleng. Jadi mereka menjual kepada kami untuk kami proses. Selama ini dengan proses yang kami lakukan cukup membantu para penggelut bank sampah di Buleleng,” ujarnya.
Setiap sampah plastik yang dibawa ke Rumah Plastik memiliki harga yang berbeda-beda. Jenis botol pelumas kendaraan bermotor, dihargai Rp.150 per botol. Jenis botol minuman kemasan, dihargai Rp. 1.500,- hingga Rp. 3.500,- per kilogram. Di Rumah Plastik selain menjadi tempat pencacahan sampah plastik, juga menyiapkan tempat belajar bagi yang berminat untuk belajar tentang pengelolaan sampah plastik. (Nay)


