Saturday, March 21, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD Gencar Tingkatkan Pelayanan

Atambua, Theeast.co.id – Rumah Sakit Umum Daerah Mgr. Gabriel Manek SVD Atambua semakin gencar meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia dalam hal pelayanan terhadap masyarakat maupun pengunjung pasien. Peningkatan kualitas pelayanan ini juga diimbangi dengan pembenahan gedung Rumah Sakit Mgr Gabriel Manek yang akan beralih ke Tipe B. Hal ini dikatakan oleh Direktur RSUD Atambua drg. Ansila Muti kepada awak media ini, Senin (15/10/2018). “Peningkatan kualitas pelayanan tersebut bertujuan untuk menaikan tipe Rumah Sakit dari Tipe C menuju ke Tipe B. Karena itu kami melakukan berbagai pembenahan dari segi sikap pelayanan terhadap pasien, peningkatan SDM, dan pembangunan infrastruktur”, ucapnya.

Dikatakan bahwa dalam peningkatan pelayanan tersebut dimulai dari hal sederhana dan sudah dilakukan oleh petugas RSUD Atambua yaitu selalu tersenyum dan bersikap ramah terhadap pasien. “Saya meminta kepada semua petugas di RSUD Atambua agar selalu bersikap ramah dan tersenyum kepada para pasien”, kata Ansila.
Direktur RSUD Atambua yang baru dilantik pada bulan Mei tahun lalu ini menyampaikan juga bahwa saat ini RSUD Mgr Gabriel Manek memiliki 281 orang PNS, 85 orang Tenaga Kontrak Daerah termasuk dokter), 223 Tenaga Kontrak BLUD, dan 25 orang tenaga sukarela.

Tenaga – tenaga yang bekerja tersebut, selalu ditegaskan dan dilakukan terlebih dahulu adalah membenahi Sumber Daya Manusia. Hal ini juga tidak terlepas dari Rumah Sakit Umum Daerah Atambua yang saat ini termasuk salah satu perangkat daerah di bidang pelayanan publik. “Karena itu, selain melakukan peningkkatan fasilitas gedung, saya selaku pimpinan di rumah sakit ini terus berupaya meningkatkan SDM agar pelayanan semakin baik”, jelasnya.

RSUD Mgr Gabriel Manek SVD Atambua juga menjadi salah satu dari lima rumah sakit yang menjadi rujukan Regional di NTT. Selain dari RSUD Atambua, ada juga RSUD W.Z. Yohanes Kupang, RSUD Maumere, RSUD Sumba Timur, dan RSUD Ende.

Disamping itu berkaitan dengan pembangunan infrastuktur dijelaskan bahwa pada tahun 2017, RSUD Atambua telah mengajukan pembangunan gedung untuk ruang rawat inap kelas I, II, dan III. Rencananya, gedung rawat inap tersebut akan dibangun di bagian belakang Rumah Sakit dengan alasan sesuai konsep pembangunan gedung Rumah Sakit yang benar dan bangunan bagian depan rumah sakit seharusnya menjadi area publik. Rencana ini pun telah disetujui oleh Kementerian Kesehatan. Pembangunannya baru akan selesai di akhir tahun 2018 ini.
“Kami sedang menyediakan lagi satu gedung yang memenuhi syarat untuk ruang rawat inap. Kalau saat ini ruang kelas I, II, dan III masih dalam satu ruangan yang sama, rencananya kita akan membuat ruang kelas I itu ya 1 tempat tidur, kelas II itu 2 tempat tidur, dan kelas III itu ada 6 tempat tidur dengan kapasitas ruangan yang besar”, jelas Ansila.

Pada bulan November 2018 ini direncanakan pihak RSUD Mgr Gabriel Manek Atambua akan mendatangkan tim Perhimpunan Nefroloogi Republik Indonesia (Pernerfri) dari Bali untuk melakukan visitasi guna pengadaan fasilitas CAT Lab. Pihak RSUD juga sementara melakukan pembangunan ruangan CT Scan dan gedung Bedah Pusat Terpadu. Saat ini gedung yang baru bisa terpakai pembangunannya adalah gedung A,B dan C, namun secara keseluruhan pembangunan gedung RSUD Atambua akan sampai pada gedung F. (Ronny)

Popular Articles