Atambua, Theeast.co.id – Komando Rayon Militer (Koramil) 01 Kota Atambua Kodim 1605/Belu menggandeng Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) bersama pemerintahan setempat Kecamatan Atambua Selatan melakukan kegiatan sosial membantu masyarakat kurang mampu. Pantauan wartawan media ini pihak-pihak tersebut sedang melaksanakan pembuatan jamban/WC milik Yuliana Mau, seorang wanita tunawisma yang menderita kelumpuhan kaki dan tidak memiliki WC di RT/RW 014/05 kelurahan fatukbot kecamatan Atambua Selatan Kabupaten Belu, Rabu (17/10/2018).
Danramil 01 Kota Atambua Kodim 1605/ Belu, Mayor Kav Yatman d mengatakan bahwa pihaknya bersama pemerintah setempat dan organisasi PSHT sudah berkomitmen untuk peduli terhadap masyarakat yang kurang mampu. “Hari ini kami membantu membuat WC milik Ibu Yuliana. Bantuan kepada pihak lain juga akan kami laksanakan,” jelasnya.
Sebelum melakukan kegiatan tersebut pihak-pihak ini telah melaksanakan survei terlebih dahulu ke rumah Yuliana Mau yang kondisi kesehatan mengalami kelumpuhan kedua kaki. “Saat itu danramil saya melihat sendiri bahwa ibu Yuliana yang ingin buang air berjalan merangak-rangak ke WC darurat yang jaraknya kira-kira 50 meter dari rumah huni mereka. Kan Kasian sekali. Maka kita pikirkan untuk membantu membuat jamban/WC”, imbuh Yatman.
Jamban/ WC yang dibuat tepat berada di belakang rumah Yuliana Mau sehingga jika ingin buang air wanita ini tidak perlu merangkak-rangkak terlalu jauh dan juga saat musim hujan mereka tidak mengalami bocor. Sebelumnya Camat dan Lurah selaku pemerintah daerah setempat dengan program pemerintah telah memberikan bantuan rumah kepada wanita tak bersuami dan memiliki 2 orang anak ini. Namun, sayangnya wanita yang menderita kelumpuhan ini tidak memiliki WC sejak dulu.
Tidak hanya sebatas sampai disini, pihak-pihak ini juga telah bersepakat untuk terus melakukan kegiatan-kegiatan sosial lainnya yang dapat memberikan dampak berarti bagi masyarakat itu sendiri. Hal ini tidak menutup kemungkinan bagi pihak-pihak lain yang ingin bergabung. Yatman mengatakan bahwa dirinya bersama pemerintah daerah setempat dalam hal ini camat Atambua Selatan terus berkoordinasi untuk menghubungi pihak yang ingin membantu ataupun menyumbangkan material dalam kegiatan sosial lainnya.
Terkait keterlibatan PSHT juga agar keberadaan organisasi ini di kabupaten Belu dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat Belu. Selain itu PSHT bersama Koramil 01 dan pemerintah setempat akan melakukan bakti sosial membersihkan tempat-tempat umum seperti pasar l, tempat ibadah dan kegiatan sosial lainnya.
Camat Atambua Selatan Andreas Bere Asa mengatakan pihaknya di kecamatan Atambua Selatan telah berkolaborasi antara Koramil 01 Kota Atambua, Kepolisian dan kelurahan di kecamatan Atambua Selatan serta PSHT. Kerjasama ini sudah dibangun sejak tahun lalu dan kami sudah berupaya untuk membangun rumah fakir miskin di kecamatan ini, walaupun sesuai dengan kemampuan yang ada. “Yang kami buat sekarang ini memberi kepedulian yang lebih kepada masyarakat yang kurang mampu. Ini yang kami utamakan. Selanjutnya kolaborasi dan kerjasama ini akan terus kami tingkatkan”, ucap Camat Bere Asa.
Camat Atambua Selatan ini juga berpesan kepada para penerus yang akan menggantikan posisi mereka baik sebagai kepala pemerintahan, PNS TNI maupun Polri agar kerjasama dan kolaborasi ini terus ditingkatkan. “Besok lusa kami yang PNS, TNI, Polri tidak selamanya berada di Atambua Selatan. Jadi bagi yang akan meneruskan kalau bisa kerjasamanya semakin ditingkatkan”, tutur Andreas.
Disamping itu, ketua cabang PSHT Belu Ruben Da Silva Tavares kepada media ini menyatakan kita dari organisasi Persaudaraan Setia Hati Teratai selalu siap mendukung kegiatan yang dilakukan pemerintah, TNI, Polri, ataupun kegiatan umum masyarakat apa saja. Hal ini dilakukan karena selama ini image-nya PSHT dinilai oleh masyarakat sering membuat kerusuhan. “Ingin kami tunjukkan sebenarnya bawah organisasi kami untuk mendidik manusia berbudi luhur yang tahu membedakan mana yang benar dan mana yang salah”, tegasnya.
Selain itu Yuliana Mau, warga yang menderita kelumpuhan kedua kaki dalam sempat wawancara dengan awak media ini menyampaikan limpah terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dirinya bersama kedua orang anaknya membangun rumah serta membuat WC. Dirinya merasa sangat senang atas bantuan yang telah diberikan. ” Saya orang yang tidak bisa jalan. Saya dengan dua orang anak Saya di rumah ini. Terus saya hanya ada WC darurat di belakang rumah tapi agak jauh. Pak Danramil dan pak Camat ingin membantu saya untuk buat WC dan harus dekat rumah. Saya sangat senang mendapat bantuan ini. Terima kasih banyak”, ungkap Yuliana. (Ronny)


