Buleleng, Theeast.co.id – Sampai saat ini, masih ada 23 desa dari keseluruhan 148 desa yang ada di Kabupaten Buleleng belum menegaskan tapal batas mereka dan belum saling bersepakat untuk menyelesaikan masalah tersebut. Belum adanya kesepakatan di 23 desa ini menyebabkan penegasan tapal batas menjadi lebih lama.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Bagian Pemerintahan Setda Buleleng Made Sudama Diana saat memimpin rombongan studi komparasi terkait proses penetapan dan penegasan batas desa, di gedung lantai tiga Kantor Bupati Malang, Senin 22 Oktober 2018. Made Sudama Diana menjelaskan, studi komparasi ini bertujuan untuk tukar menukar wawasan antara Pemkab Buleleng dengan Pemkab Malang terkait penegasan batas wilayah desa, dimana Pemkab Malang sudah menyelesaikan regulasi tapal batas sesui dengan peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 45 tahun 2016 tentang pedoman penegasan batas desa, sehingga nantinya bisa dipakai referensi, “Kita sharing pengetahuan tentang penegasan batas wilayah desa, kalau Pemkab Malang sudah menyelesaikan nanti kita gunakan sebagai referensi,“ jelasnya.
Lebih jauh, mantan Camat Busungbiu ini mengatakan untuk persoalan 23 desa yang belum bersepakat dalam penegasan batas wilayah nantinya akan didiskusikan lebih lanjut setelah peraturan Bupati selesai. “Tahun 2019 yang masih belum bersepakat desa nya, kita akan coba mediasi, kalau itu mentok tidak dapat diselesaikan maka sesuai regulasi di benarkan agar bupati bisa menyelesaiakan dengan kewenangan yang ada,” katanya.
Studi komparasi yang melibatkan para camat dan para Kasi Pemerintahan dari sembilan kecamatan diterima langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahtraan Rakyat Kabupaten Malang Abdul Khodir. Dalam kesempatan itu Abdul Khodir mengatakan dirinya mengucapkan terimakasih atas kunjungan dari Pemkab Buleleng karena sudah mengunjungi Kabupaten Malang. Dengan adanya sharing terkait penegasan batas wilayah desa antara Pemkab Buleleng dengan Pemkab Malang diharapkan nantinya mampu menyelesaiakan persoalan – persoalan yang dialami. “Sharing ini sangat penting sekali untuk perkembangan dari masing – masing kabupaten yang dikunjungi maupun yang mengunjungi,” ucap Abdul Khodir usai berfoto bersama dengan rombongan Pemkab Buleleng. (Nay)


