Saturday, March 14, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

500 Laptop Bekas IMF Dihibahkan Ke Tiga Propinsi

Denpasar,Theeast.co.id, – Sebanyak 500 Laptop dan 300 unit printer yang pernah digunakan saat IMF dan World Bank di Nusa Dua Bali dihibahkan oleh Kementerian Keuangan kepada Provinsi Bali, Provinsi NTT dan Kabupaten Banyuwangi. Seremonial penyerahan hibah dipimpin langsung Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Gedung Keuangan Denpasar, Renon, Kamis (25/10). Pihak penerima hibah dihadiri oleh
Gubenur Bali Wayan Koster, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan steakholder perwakilan Pemerintah NTB. Penyerahan tersebut, dilakukan secara simbolis oleh Menteri Keuangan (Menkeu) kepada Gubernur Bali, Bupati Bayuwangi, dan perwakilan Provinsi NTB. Untuk pembagiannya, sebanyak 200 unit laptop dan 125 unit printer dihibahkan kepada instansi pendidikan di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali. Lalu 200 unit laptop dan 125 unit printer untuk Provinsi NTB, dan 100 unit laptop dan 50 unit printer dihibahkan kepada Pemkab Banyuwangi. Laptop yang dihibahkan dengan merk hp 250 G6 dan printer merk hp Laser Jet Pro M102a. Printer tersebut adalah barang yang baru digunakan selama satu bulan dalam penyelenggaraan pertemuan tahunan IMF-World Bank 2018 oleh para staf dan panitia nasional maupun delegasi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, laptop dan printer ini diputuskan untuk dihibahkan kepada lembaga-lembaga pendidikan melalui Pemerintahan daerah. “Kita pilih 3 tempat yang memang berdekatan dengan Bali. Pertama tentu Provinsi Bali, kemudian NTB dan juga Kabupaten Banyuwangi. Laptop dan printer tersebut bukan barang bekas, dipakai baru seminggu dan sebagian besar dalam kondisi sangat baru, digunakan selama satu minggu pada tanggal 8 sampai 14 bulan Oktober 2018 yang lalu (IMF-World Bank),” tambahnya.

Untuk dana pembelian laptop dan printer tersebut, dari anggaran APBN tahun 2018 dalam Satuan Kerja (Satker) dari Kementerian Keuangan dalam hal ini Seketaris Jendral. Sementara, untuk hibah laptop dengan 500 unit bernilai Rp 8 miliar dan 300 unit printer senilai Rp 672 juta. “Dihibahkan untuk Pemerintah Provinsi Bali dan NTB masing-masing 200 unit laptop nilainya adalah Rp 3,2 miliar dan 125 printer nilainya Rp 280 juta. Sementara untuk Kabupaten Banyuwangi, 100 unit Laptop nilainya Rp 1,6 miliar dan 50 unit printer nilainya adalah Rp 112 juta,” ungkap Sri Mulyani.

Dalam hibah laptop dan printer tersebut, untuk proses administrasi hibah telah dilaksanakan dengan berpedoman dengan Peraturan Menteri Keuangan nomor 111/PMK.06/2016, tentang
Tata Cara Pemindahtanganan Barang Milik Negara dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah. “Hibah ini adalah misi sosial bagi kami, untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan juga merupakan kegiatan sosial yang sejalan dengan kita semua. Untuk membuat pertemuan IMF-World Bank memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Indonesia. Ini juga suatu bentuk kami untuk menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Bali dan rakyat Bali, NTB dan Banyuwangi yang merupakan daerah pendukung penyelenggaraan IMF-World Bank dan diharapkan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sri Mulyani berharap, dengan adanya
hibah 500 unit laptop dan 300 unit printer, yang diserah terimakan kepada 3 instansi pendidikan di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Pemkab Banyuwangi, diharapkan bisa bermanfaat bagi pendidikan anak-anak. “Saya berharap dengan laptop dan printer-printer ini, orang-orang yang memiliki inovasi dan kreativitas memanfaatkan di dalam rangka untuk menunjang inovasi dan kreativitas mereka,” ucapnya. Dengan dihibahkannya ratusan laptop dan printer tersebut, dirinya memimpikan dari 500 laptop akan mengasilkan para progamer handal dan juga membuat komik mengenai Bali dan Indonesia. “Saya kadang kala memimpikan dari 500 laptop ini akan menghasilkan para programmer. Atau mereka-mereka yang akan membuat komik mengenai Bali dan Indonesia yang bisa mengalahkan komik dari Jepang. Karena mereka memang memiliki kualifikasi yang luar biasa, untuk bisa melakukan itu,” ungkapnya.

Sri Mulyani juga mengingginkan, dari 500 laptop terbut yang dihibahkan kepada intitusi pendidikan di 3 provinsi tersebut bisa mengeluarkan para generasi muda menjadi seperti tokoh Jack Ma pebisnis sukses dari Tionghoa. “Saya juga berharap akan berguna bagi institusi-institusi pendidikan di tiga provinsi ini. Siapa tahu dari 500 laptop akan keluar Jack Ma-nya Indonesia,” jelasnya.
Sri Mulyani juga menjelaskan, bahwa pengibahan ratusan laptop dan printer, adalah komitmen panitia nasional IMF-World Bank, dan barang-barang yang sudah tidak terpakai namun masih sangat terjaga kondisinya agar dapat dihibahkan kepada masyarakat dan bermanfaat.
“Kualifikasi dari komputer dan printer ini termasuk yang tinggi dan top. Sehingga, kita berharap Pemerintah Daerah akan menggunakan untuk lembaga-lembaga pendidikan yang bisa muncul dengan kreativitas dan inovasi. Keputusan menghibahkan ini, telah kami pikirkan secara masak. Termasuk dari tata kelolanya. Kami telah konsultasi dengan Inspektur Jendral kita. Bahkan dengan Badan Pemeriksaan Keuangan. Untuk menyakinkan penghibahan ini sesuai dengan peraturan dengan perundangan-udangan yang berlaku dan ditangani secara transparan oleh pemerintah,” tutup Sri Mulyani.(Axelle Dhae)

Popular Articles