Atambua, Theeast.co.id, – Tunggal Hati Seminari – Tunggal Hati Maria (THS-THM) merupakan salah satu aliran dari bela-diri yang ada di Indonesia. Pencak silat ini berdiri sejak 1983 yang bernafaskan agama Katolik dengan motto Pro Patria et Ecclesia yang berarti perjuangan demi bangsa dan gereja. Seiring perjalanan waktu, organisasi tersebut berkembang dan memiliki banyak anggota yang terpencar di seluruh Indonesia. Demikian juga perkembangan THS-THM di Keuskupan Atambua yang merangkap tiga kabupaten Perbatasan Negara (Belu, Malaka, Timor Tengah Utara).
Koordinator Distrik Keuskupan Atambua, Dominikus Mau Bele saat ditemui awak media ini di sela kegiatan Ujian Kenaikan Tingkat pratama dan tamtama bagi anggota Organisasi THS-THM Koordinatorat Wilayah Belu Utara Distrik Keuskupan Atambua, menyampaikan bahwa Organisasi Pendidikan Pencak Silat THS-THM telah bertumbuh dan mekar pesat di Keuskupan Atambua. Perkembangan itu terlihat mulai dari tingkat dekenat, paroki, bakal paroki, stasi, hingga Unit Latihan Khusus yang ada di sekolah-sekolah. “Saat ini perkembangan organisasi THS-THM di Keuskupan Atambua telah bertumbuh dengan pesat mulai dari tingkat dekenat, paroki, bakal paroki, stasi, maupun Unit Latihan Khusus di sekolah-sekolah”, ungkapnya.
Disamping itu terkait dengan UKT yang diselenggarakan sejak tanggal 26-28 Oktober 2018 di Gua Toro, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu tersebut, Dominikus menjelaskan bahwa
tujuan dari UKT itu sendiri adalah untuk menjaring kader-kader muda untuk menjadi generasi yang tangguh, cerdas, dan bertanggung jawab. Karena itu, dalam tiga hari kegiatan ini, para peserta UKT akan diuji dari materi empat pilar utama yaitu landasan spiritual, pencak silat, rekreasi, dan organisasi.
Landasan spiritual itu sendiri diuji bagaimana seorang anggota THS-THM bisa memimpin. Semisal, memimpin ibadat, memimpin doa rosario, bisa memimpin sharing Kitab Suci, dan bisa memimpin meditasi. Sedangkan pencak silat, anggota diuji dengan materi-materi yang telah diajarkan. “Jadi, ada olah raganya. Unsur dari pencak silat adalah olah raga. Pada tahapan inilah kita melatih anggota untuk menjadi manusia yang militan dan menjadi seorang kader Katolik yang sejati”, ungkapnya.
Selain itu, ada rekreasi. Dikatakan bahwa rekreasi juga membentuk karakter anak. Dengan rekreasi, orang bisa menemukan jati dirinya.Terakhir adalah organisasi, THS-THM merupakan sebuah organisasi kategorial yang bernaung di bawah Gereja Khatolik Roma. Karena itulah, kita harus kembali pada sifat organisasi yaitu, persaudaraan, kekeluargaan, dan persahabatan. (Ronny)


