Sanur,Theeast.co.id, – Perupa senior asal Singapadu, Ginyar, I Made Supena menggelar solo exhibitionnya Jumat, 16 November 2018 di Grya Santrian Sanur.
Sebanyak 32 karya ia pamerkan hingga penghujung tahun 2018 sekaligus menjadi pameran penutup tahun. Pameran yang diberi tema “Interpreting Feeling” tersebut di buka secara langsung oleh Popo Danes yang disaksikan oleh puluhan pengunjung.
Melihat seluruh karya yang dipamerkan, sosok Made Supena tampaknya menjelaskan secara utuh bagaimana kegelihasan dan reaksinya terhadap lingkungan sekitarnya.
Seluruh karya Supena begitu akrab disapa tidak cukup hanya menuangkannya lewat tulisan dan kata diperlukan waktu lebih untuk menyerap dan meresapi segala pesan yang ia tuangkan secara abstrak.
“Setiap seniman tentu menuangkan pesan tertentu pada karyanya, begitu juga dengan saya bedanya adalah saya menuangkan lewat warna yang kuat dan abstrak,”paparnya saat ditemui dilokasi acara.

Mengawali karir sebagai seorang pematung, pria yang akrab di sapa Supena ini menuturkan setidaknya ada dua lukisan yang ia favoritkan seperti “Keseimbangan” dan “Number” (seri lingkaran). Tidak ada lasan pasti kenapa dirinya memfavoritkan kedua lukisan tersebut hanya saja ketenangan dan mewakili perasaan adalah jawaban atas apa yang ia temukan dalam lukisan tersebut. Ada dua lukisan yang unik terpajang di galery tersebut yakni lukisan berukuran 300x150cm yang ia bagi menjadi tiga bagian begitupun dengan lukisan yang berjudul “Keseimbangan” yang menjadi karya terlawas (2001) yang dipamerkan.
Ia menuturkan, lukisan tersebut seluruhnya dijual dengan harga mulai dari Rp 4 juta hingga Rp 100 juta. Disini, cukup banyak judul karya yang dibuat secara berseri seperti “Komposisi XL” (2014) atau “Golden Land XIV” (2018), perupa yang masuk sebagai TOP 9 Titian Art Space itu menjelaskan jika hal itu sengaja dilakukan sebagai bentuk proses perjalanan kreatifnya.(Pranata)


