Atambua, Theeast.co.id, – Dalam meramaikan l 2018 dan Tahun Baru 2019 di wilayah Kabupaten Belu, Dinas Pekerjaan Umum Belu membangun pohon Natal dengan ketinggian kurang lebih mencapai 19 meter dari permukaan tanah yang berlokasi di Lapangan Umum kota Atambua. Plt Dinas PU kabupaten Belu Vincent K Laka saat ditemui awak media ini di lokasi pembuatan pohon Natal menyampaikan bahwa pekerjaan tersebut dilakukan atas perintah Bupati Belu, Willybrodus Lay sebagai pimpinan pemerintahan Belu,Sabtu (01/12/2018). “Pekerjaan ini sesuai dengan arahan Bupati Belu yang menginstruksikan ke beberapa OPD untuk membangun pohon Natal. Menanggapi permintaan pimpinan pemerintahan Kabupaten Belu tersebut, Dinas PU Belu sudah meyiapkan peralatan dan kelengkapan pohon Natal sejak dua bulan yang lalu”, jelasnya.
Disampaikan bahwa ketinggian pohon Natal yang akan dibangun oleh Organisasi Pimpinan Daerah yang dipimpinnya tersebut mencapai 22 meter namun tiang yang ditanam kedalam tanah pun kurang lebih mencapai 3 meter agar tiang pohon natal tidak goyah saat ada angin yang kencang.
Pohon Natal tersebut sengaja dibangun di Lapangan Umum Atambua agar warga kota Atambua dan masyarakat kabupaten Belu pada umumnya dapat semakin merasakan kesemarakan Natal 2018 dan tahun baru 2019 di tengah kota Atambua. “Targetnya dalam minggu ini pohon natal tersebut akan rampung dan sudah bisa dinikmati suasananya di kalangan masyarakat Belu”, imbuh Laka.
Disamping itu, Dinas PU kabupaten Belu juga akan memperbaiki lampu di lorong Cinta yang mana lorong antara patung A.A Bere Tallo dan Pos Polisi Simpang Lima Atambua dengan maksud agar menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru selama 1 bulan kedepan sudah dapat dinikmati kemeriahannya terutama pada malam hari.
Plt. Dinas PU Belu meminta kepada seluruh masyarakat Belu dan khususnya warga Kota Atambua agar dapat menjaga pohon Natal dan lampu-lampu hias yang akan dipasang agar jangan dicabut ataupun dirusak oleh tangan-tangan tidak bertanggung jawab. Hal itu berdasarkan pengalaman kali lalu beberapa hiasan dalam menyemarakan natal dirusak dan dibawah pulang oleh oknum tertentu. “Kita harapkan kesemarakan yang akan dibangun dapat dijaga secara bersama kemeriahannya sehingga barang-barang itu sampai pada saat pembongkaran masih dalam keadaan baik dan dijadikan aset untuk tahun berikutnya”, tutur Vincent Laka. (Ronny)


