Sunday, April 5, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Dirjen SDA Kementerian PUPR Resmikan Pengisian Awal Bendungan Rotiklot

Atambua, Theeast.co.id  – Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Dr.Ir Hari Suprayogi M.Eng meresmikan pengisian awal (Impounding) bendungan Rotiklot, Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu Provinsi NTT, Kamis (13/12/2018). Bendungan ini dilakukan peletakan batu pertama oleh Presiden Jokowi bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla pada tanggal 15 Desember 2016 serta dikerjakan oleh PT. Nindya Karya (Persero) dan PT. Universal Suryaprima (KSO) dengan nilai Kontrak Konstruksi Rp. 496.970.000.000.

Pengamatan wartawan media ini sekitar pukul 10.00 Wita sejumlah tamu undangan, Dirjen SDA Kementerian PUPR, Wakil Gubernur NTT, Wakil Bupati Belu, Dandim 1605/Belu, Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 408/SBH, Pimpinan Forkompinda plus Provinsi dan Kabupaten, Pimpinan OPD Provinsi dan Kabupaten, serta Pimpinan Organisasi Vertikal
telah hadir berada di tenda acara disambut dengan tradisi adat orang Belu ‘hase hawaka’, pengalungan selendang Belu dan tarian likurai sebagai tarian penjemputan. Peresmian pengisian air ini ditandai dengan menekan tombol sirene secara bersama oleh Dirjen SDA Hari Suprayogi, Wakil Gubernur Josef Nae Soi dan Wakil Bupati Belu diikuti dengan penandatanganan prasasti oleh oleh Dirjen Dr.Ir Hari Suprayogi, M.Eng.

Dirjen SDA Kementerian PUPR, Hari Suprayogi dalam sambutannya menyampaikan bahwa bendungan Rotiklot merupakan bagian dari kebijakan memanfaatkan potensi Sumber Daya Air yang diperuntukkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat. Kondisi spesifik provinsi Nusa Tenggara Timur adalah wilayah dengan iklim tropis kering (Semi Arid) dengan musim huian sangat pendek 3- 4 bulan dimana curah hujan rata-rata tahunan 1.200 mm dengan musim kemarau yang panjang (8-9 bulan) berdampak pada masalah kekeringan. Maka dari itu pembangunan bendungan menjadi sangat strategis untuk menampung potensi curah hujan yang ada.

Pembangunan bendungaan merupakan salah satu program utama Kementerian PUPR melalui Ditjen Sumber Daya Air yang bertujuan untuk mengkonservasi sumber daya air serta pengendaIian daya rusak air dalam rangka mewujudkan ketahanan air dan kedaulatan pangan. Oleh karena itu pemerintah dalam program nawacitanya membangun 65 bendungan di seluruh wilayah Indonesia. Khusus untuk NTT, Presiden telah mencanangkan sejak 3 tahun yang lalu untuk membangun 7 bendungan.

Dirjen SDA Kementerian PUPR Dr.Ir Hari Suprayogi M.Eng juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang telah mendukung pekerjaan bendungan khususnya masyarakat Kabupaten Belu sehingga pengerjaan bendungan Rotiklot dapat terselesaikan. “Hari ini kami melakukan pengisian awal bendungan Rotiklot dengan harapan setelah proses izin operasional balai sungai NTT selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.
Seusai bendungan ini jadi maka akan diikuti jaringan irigasi pada tahun 2019 serta jaringan air baku-nya sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal dalam kebutuhan masyarakat”, ungkapnya.

Bendungan Rotiklot memiliki daya tampung total mencapai 3,30 juta m3 yang kegunaannya untuk multiguna antara lain irigasi seluas 150-an hektare, juga untuk 40 liter per detik air baku dan pengendalian banjir di sekitaran daerah tersebut. Selain itu dapat juga digunakan bagi pariwisata Belu dan perikanan. “Kami titipkan bendungan ini untuk pemerintah daerah dan seluruh masyarakat untuk dapat dijaga kondisinya jangan sampai ada coret-coret atau pun kerusakan serta bagi pemerintah juga dapat membantu pemeliharaannya supaya dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama”, jelas Dirjen Hari.

Sementara itu, Wakil Bupati Belu J.T Ose Luan dalam sambutannya mengatakan limpah terima kasih kepada pemerintah pusat atas bantuan yang begitu besar berupa bendungan yang kegunaannya sangat berarti bagi masyarakat dan hari ini menjadi hari awal peresmian pengisian air yang dilakukan oleh Dirjen SDA Kementerian PUPR Republik Indonesia. “Mewakili masyarakat Kabupaten Belu berterima kasih atas program Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang telah memberikan bantuan yang begitu besar”, tuturnya.

Mewakili pemerintahan dan masyarakat Belu, dirinya juga meminta maaf atas segala kekurangan yang ada dalam pengerjaan selama ini. “Bila ada kekurangan dari pemerintah daerah dan masyarakat selama pengerjaan maka kami minta maaf namun itu tidak disengaja karena memang tidak pernah ada maksud untuk membuat kurang atau mengecewakan seluruh yang melaksanakan proyek besar ini”, ujar Wabup Ose. (Ronny)

Popular Articles