Saturday, April 4, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Kadis Lourentius Tidak Tahu Pemotongan Uang Peserta Belu Usai Pelatihan Berbasis Kompetensi Di Kupang

Atambua, Theeast.co.id  – Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi kabupaten Belu, Lourentius Nahak mengakui tidak tahu soal adanya pemotongan uang peserta dari Belu yang mengikuti pelatihan berbasis Kompetensi di Kupang oleh pihak di dinasnya. Terkait hal itu, dirinya pun segera meminta untuk dilakukan rapat bersama atas persoalan pemotongan uang peserta. Hal ini disampaikan Kadis Lourentius saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Jumat (14/12/2018). “Saya sebagai kepala dinas belum tahu tentang pemotongan itu, pemotongan apa, siapa yang lakukan pemotongan, saya telusuri dulu karena saya belum tahu informasi tentang pemotongan. Siapa yang potong saya sendiri tidak tahu saya sendiri tidak pernah kasih informasi bahwa PPK atau kepala bidang yang melakukan pemotongan hak-hak mereka itu, saya tidak pernah perintahkan”, ungkapnya.

Sebelumnya, pada tanggal 9 November – 9 Desember 2018, sebanyak 50 pemuda-pemudi (40 Perempuan dan 10 laki-laki) dari kabupaten Belu mengikuti pelatihan berbasis kompetensi di BLK Kupang untuk 5 jenis pelatihan diantaranya asisten rumah tangga, baby sitter, pertukangan baja ringan, salon dan menjahit. Pelatihan ini dilakukan dalam rangka menindaklanjuti kebijakan Moratorium TKI dari Gubernur NTT sekaligus menjalankan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Belu dalam peningkatan Sumner Daya Manusia dan penyiapan skil pribadi dalam bekerja.

Seusai pelatihan selama sebulan di ibu kota Provinsi NTT, ke-50 pemuda-pemudi ini kembali pulang ke daerah Belu. Akan tetapi beberapa hari lalu, mereka mengeluhkan tentang adanya pemotongan uang duduk dan penarikan bantuan peralatan. Salah satu peserta pelatihan yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa pemotongan yang dilakukan tidak pernah disampaikan sebelumnya, termasuk dijanjikan akan mendapatkan peralatan setelah mengikuti pelatihan tetapi tidak direalisasikan. Hal ini menimbulkan pertanyaan dari semua peserta dan tidak pernah adanya penjelasan dari Dinas bersangkutan. Pemotongan dilakukan sebanyak Rp. 1.150.000 per peserta pasca pulang dari pelatihan di Kupang.

Kadis Nakertrans Belu pun menanggapi serius akan hal ini karena dirinya pun belum tahu benar atau tidak persoalan ini sehingga dirinya melakukan rapat terkait hal tersebut. Terkait dengan bantuan peralatan pasca pelatihan itu, Nahak menjelaskan bahwa mereka belum bisa memberikan peralatan itu karena masih harus melihat dan memastikan mana saja yang termasuk peralatan dari belanja modal dan mana yang belanja hibah. “Kami belum bisa berikan karena kami masih cek mana saja yang termasuk belanja modal dan mana yang belanja hibah. Kalau belanja hibah pasti kami akan kasih ke peserta tapi kalau belanja modal maka akan menjadi aset atau inventaris kantor”, katanya.

Kadis Lourentius Nahak juga menjanjikan dalam waktu dekat peralatan-peralatan yang dimiliki peserta dan dihibahkan akan segera dikembalikan. “Dalam waktu dekat ada hal-hal yang akan dikembalikan ke peserta kalau tidak terbaca sebagai belanja modal”, tuturnya. (Ronny)

Popular Articles