Thursday, April 2, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Mendagri : Wujudkan Kesatuan Nusantara Yang Utuh

Banggai, Sulteng,Theeast.co.id  – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menghadiri peringatan Hari Nusantara 2018 di Pelabuhan Tangkiang Luwuk, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Kamis (13/12).

Dalam acara bertemakan “Perwujudan Kesatuan Nusantara yang Utuh melalui Deklarasi Juanda Menuju Proros Maritim Dunia” itu, Mendagri mengingatkan, momentum peringatan Hari Nusantara 2018 ini, tidak terlepas dari perjuangan bangsa Indonesia untuk mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai negara kepulauan, yang pertama kali tercetus melalui “Deklarasi Djoeanda” pada 13 Desember 1957.

Konsep deklarasi ini mendasari perjuangan bangsa Indonesia untuk menjadi negara kepulauan (Archipelagic State). Atas dasar inilah negara Indonesia memandang laut sebagai jati diri bangsa, sekaligus merupakan pemersatu dan perekat bangsa.

“Potensi ini tersebar dari Sabang sampai Merauke, sehingga bisa menjadi sumber kekuatan sekaligus menjadi ancaman bagi kedaulatan negara, apabila tidak dikelola secara baik dan benar. Pengelolaan potensi sumberdaya kelautan masih perlu ditingkatkan secara terus-menerus, seperti meningkatkan kontribusi sektor kelautan terhadap pendapatan negara” ujarnya.

Mendagri mengungkapkan tantangan yang juga perlu mendapat perhatian adalah pencemaran laut, sebagai salah satu masalah lingkungan yang dihadapi saat ini dan sering kali disebabkan oleh aktivitas atau kegiatan manusia, baik yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung.

“Kesungguhan pemerintah dalam memperhatikan sektor kelautan dan maritim tidak perlu diragukan lagi, bila selama ini kita telah terlalu lama memunggungi laut, samudra, selat, dan teluk. Kini saatnya bagi kita mengembalikan semuanya, sehingga semboyan Jalesveva Jayamahe, di laut kita jaya, sebagai semboyan di masa lalu bisa kembali,“ tegasnya.

Mendagri juga beberkan dukungan Pemerintah dan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam pembangunan kelautan sangat berperan penting sebagai pembuat kebijakan dan penggerak roda pembangunan, terutama bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir.

Ada 3 hal yang perlu mendapat perhatian bersama dalam mengoptimalkan potensi kelautan. Pertama, upaya mempercepat pembangunan kelautan, diperlukan koordinasi, integrasi, sinkronisasi, dan sinergitas (kiss) kebijakan, baik antara Pemerintah dengan Pemerintah, Pemerintah dengan Pemda, antar-Pemda maupun antarpemerintah, Pemda dengan sektor swasta.

Kedua, mempercepat pembangunan Infrastruktur kelautan. Ketiga, perlu penegakan kebijakan di bidang konservasi habitat biota laut dalam pengembangan pemanfaatan potensi di wilayah pesisir, pulau-pulau kecil di seluruh Indonesia, hal tersebut berkaitan erat dengan peran laut terhadap adaptasi dan mitigasi bencana.

Mendagri Tjahjo Kumolo menyerahkan anugerah Satya Lencana Wirakarya kepada empat bupati daerah kelaulan, yaitu Bupati Banggai (Sulteng) Herwin Yatim, Bupati Pangkajene dan Kepulauan (Sulsel) Syamsudin Andi Hamid, Bupati Wakatobi (Sultra) Arnawi, dan Bupati Lembata (NTT) Eliaser Yentji Sunur.

“Semoga dengan peringatan Hari Nusantara 2018 ini dapat memberi dampak terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, memacu daerah untuk lebih berkreatif dalam mengelola sumberdaya wilayah laut,” harapnya. (Djk)

Popular Articles