Rombongan Budayawan Betawi Studi Banding di Ubud

140

GIANYAR, Theeast.co.id – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menerima rombongan budayawan dan seniman betawi dari Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) yang dipimpin oleh ketuanya Becky Mardani di kediaman Wagub, Puri Agung Saren, Ubud, Gianyar, Minggu (23/12). Dalam kesempatan itu, Cok Ace mengungkapkan jika kesenian dan kebudayaan sudah menyatu dengan masyarakat Bali sehingga hal itu menjadi modal utama menarik wisatawan ke Bali. “Saya yakin Bali dan Betawi punya banyak kesamaan, yaitu budaya yang unik didukung oleh masyarakat yang kreatif jadi bisa menjadi modal menarik wisatawan,” jelasnya.

Dari kiri: Ketua umum LKB H. Beki Mardani, Wagub Bali – Cok Ace, Anna Mariana dan Sekjen LKB H. Imron Hasbullah

Dalam kesempatan tersebut, Wagub juga menyinggung tentang pentingnya cluster-cluster atau pemetaan wilayah sebagai objek wisata. “Jadi kita kembangkan potensi wisata di sini berdasarkan potensi masing-masing wilayah, sehingga daya tarik wisata bisa tersebar,” jelasnya. Begitu juga dengan kebudaaan, Ia menganggap pentingnya pendataan tentang kebudayaan di masing-masing daerah. “Dengan cara ini biasanya akan lebih mudah dalam hal pelestarian dan pengembangan,” cetusnya.

Baca juga :  Rooftop Creative Space akan Didirikan di Pasar Banyuasri

Lebih jauh, Ia mengatakan setiap pengembangan budaya dan pariwisata, muaranya adalah kesejahteraan masyarakat. Sehingga berharap dengan setiap usaha-usaha tersebut biaa menggerakkan perekonomian masyarakat. Sebelumnya, Becky Mahardi mengungkapkan tujuan utama ke Bali memang untuk belajar melestarikan dan mengembangkan kesenian Betawi, karena dianggap Bali yang paling maju dalam hal tersebut. Ia menambahkan pada tahun 2015 sudah dibuatkan Perda yang mengatur hal tersebut, namun dirasa masih kurang sehingga mereka study banding lagi ke Bali. 

Mengenai Lembaga Kebudayaan Betawi sendiri adalah sebuah organisasi non pemerintah yang mewadahi sekitar 76 seniman dan budayawan Betawi. “Kami merupakan mitra Pemprov DKI yang konsen tentang kebudayaan dan kesenian Betawi,” imbuhnya. Ia juga mengatakan ke depan ingin pengembangan budaya tersebut bisa menarik wisatawan, sehingga DKI Jakarta bisa menjadi daya tarik wisata juga di bidang kebudayaan. 

Baca juga :  Kemendikbud Luncurkan Pasarbudaya

Sementara Anna Mariana, Bendahara LKB yang juga pencipta desain tenun BaBe (Bali Betawi) mengatakan, Betawi yang sebelumnya tidak memiliki tenun, kini bisa berbangga karena memiliki tenun khas. Selain tenun BaBe, saat ini juga sudah berkembang produk tenun tradisional dan songket Betawi. Berkat kreativitas Anna Mariana, produk-produk pengembangan inovasi baru untuk tenun-tenun tradisional. Seperti tenun Bali Magista (Bali Makasar Bugis Toraja) yang sudah dilaunching. Selanjutnya, Anna juga mempersiapkan desain tenun dan songket kolaborasi Bali Bandung yang diberi nama Ba’dung Berkembang. Tak hanya sampai di situ, Anna Mariana yang juga istri dari Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha ini, tengah mempersiapkan desain tenun dan songket dari berbagai daerah lain seperti Solo, Yogja hingga Papua.

Baca juga :  Modal Dasteran Dirumah, Ibu Muda Ini Sukses Raup Untung Milyaran

Bagi Anna budaya Wastra Tradisional Tenun dan songket begitu penting agar sektor industri ekonomi kreatif bagi para pengrajin di seluruh daerah bisa terus berkembang lebih baik dan banyak. Anna sendiri fokus pada pengembangan, pembinaan kepada para pengrajin agar dapat meningkatkan kualitas produknya. Bila kualitas sudah dicapai maka secara otomatis kuantiti akan terus meningkat sesuai kebutuhan pasar baik dalam negeri maupun mancanegara. Berkembangnya Wastra Nusantara juga menurut Anna akan dapat menjaga dan meningkatkan ketahanan industri sandang tradisional Indonesia. Karena itu mari lestarikan dan kembangkan, kata Anna. (*)

Facebook Comments