Atambua, Theeast.co.id – Dalam upaya Penggagalan Penyelundupan (Galdup) sebanyak 3135 liter Bahan Bakar Minyak di wilayah Belu Perbatasan RI-RDTL selama bulan Desember 2018, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Sektor Timur Yonif Raider 408/SBH mulai menguak salah satu modus penyelundupan barang ilegal berupa BBM ke negara tetangga Timor Leste yang dilalui melewati ‘jalan tikus’ dengan cara menyimpan dari satu titik ke titik yang lain.
Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 408/SBH, Mayor Inf Joni Eko Prasetyo dalam sempat wawancara dengan wartawan media ini seusai kegiatan pers rilis Dansatagas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 408/SBH tentang perolehan hasil Galdup barang ilegal (BBM) dan penyerahan senjata api dari masyarakat kepada Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 408/SBH selama bulan Desember 2018 menyampaikan bahwa ada 3135 liter BBM berupa minyak tanah, solar dan bensin yang berhasil digagalkan dalam upaya penyelundupan ke negara tetangga Timor Leste, Sabtu (05/01/2019). “3135 BBM campuran yang kita tangkap pada bulan Desember 2018. Ada minyak tanah, solar dan bensin tapi dominannya minyak tanah. Kita ketahui bersama bahwa minyak tanah itu adalah subsidi pemerintah dan kenyataannya di sini banyak terjadi penyelundupan ke negara tetangga melalui jalan jalan tikus”, katanya.
Dijelaskan bahwa dalam hasil perolehan galdup di ‘jalan-jalan tikus’ belum menangkap pelaku yang melakukan upaya penyelundupan ke negara tetangga Timor Leste dikarenakan modus yang digunakan dengan cara menaruh BBM yang akan diselundupkan dari 1 titik persembunyian ke titik yang berikutnya. Hal lain yang menjadi kendala juga adalah masyarakat yang akan menyelundupkan mengetahui informasi mengenai Patroli rutin dan beberapa kegiatan Galdup Satgas Yonif Raider 408/SBH sehingga para penyelundup sementara ini dapat berspekulasi serta para penyelundup ini juga masih lebih menguasai medan ke arah negara tetangga melalui banyak ‘jalan tikus’. “Kita dapatkan barang-barang ini saat kita berpatroli dan kita temukan di titik tertentu dan saat menangkap barang ini, kami lihat polanya ya seperti yang menaruh di satu titik kemudian kalau yakin aman maka akan dirapatkan lagi ke titik yang lain. Jadi tidak sekalian langsung ke finishnya”, jelas Mayor Inf Joni.
Selaku Dansatgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 408/SBH dirinya berjanji akan semakin serius menangani penggalangan penyelundupan sehingga jika ditangkap beserta dengan pelakunya akan segera diserahkan ke pihak Kepolisian. Dirinya juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat yang telah membantu pihaknya menggagalkan penyelundupan tersebut. “Barang-barang ini akan kita musnahkan pada akhir periode penugasan kami sebagai Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur atas perintah Komando yang lebih tinggi. Biasanya BBM dimusnahkan dengan cara menumpahkan”, tegas Eko Prasetyo. (Ronny)


