Atambua, Theeast.co.id – Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) kabupaten Belu memberikan himbauan kepada masyarakat khususnya umat beragama Islam yang ada di wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL untuk tidak membacakan hingga menyebar Tabloid Indonesia Barokah. Hal ini disampaikan Ketua Peringatan Hari Besar Islam kabupaten Belu, Haji Abdullah Baladjam saat ditemui wartawan media ini, Selasa (29/01/2019).
Untuk diketahui bahwa Tabloid Indonesia Barokah ini pertama kali muncul pada Desember 2018. Judul edisi pertamanya, Reuni 212: Kepentingan Umat atau Kepentingan Politik?. Halaman depannya menampilkan karikatur orang memakai sorban dan memainkan dua wayang. Kemunculan tabloid tersebut berdasarkan kajian Pusat menebarkan berita hoax serta menyudutkan salah satu Paslon Capres dan Cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto – Sandiaga Uno baik judul maupun kontennya.
Pria yang menjabat juga sebagai jajaran Ketua MUI 1 kabupaten Belu ini mengungkapkan bahwa sejauh ini para pengurus Agama Islam yang ada di kabupaten Belu belum mendapati dan melihat secara langsung Tabloid Indonesia Barokah.
Untuk mengantisipasi hal tersebut menyebar ke kabupaten Belu sebagai salah satu wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL maka dirinya bersama semua Pengurus Umat Islam di Belu akan menghimbau kepada seluruh Masjid yang ada di wilayah Belu dengan rutin pada setiap selesai melaksanakan Ibadah Sholat Lima Waktu lewat mimbar-mimbar menyampaikan kepada umat Islam bahwa apabila menerima Tabloid Indonesia Barokah tersebut untuk tidak dibacakan apalagi disebarluaskan lagi kepada umat maupun masyarakat Belu lainnya dan segera melaporkan kepada pengurus Masjid setempat atau pihak yang berwenang.
Himbauan ini dimaksudkan agar umat Islam dan secara luas masyarakat kabupaten Belu dapat tetap menjaga kestabilan keamanan Indonesia di wilayah yang berbatasan dengan Negara Timor Leste. “kami Tokoh Umat akan terus menerus menyampaikan kepada umat kami lewat mimbar-mimbar maupun majelis ta’lim untuk menghindari dan menyebarluaskan berita-berita hoax yang akan menggangu pesta demokrasi Bangsa Indonesia April mendatang,” jelas Haji Abdullah. (Ronny)


