Atambua, Theeast.co.id – Pasien penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di kabupaten Belu wilayah perbatasan Negara RI-RDTL terus meningkat. Sebelumnya dalam pemberitaan media ini tanggal 22 Januari yang lalu 5 orang anak terserang wabah penyakit DBD dan dirawat di Rumah Sakit setempat. Akan tetapi hingga hari ini (06/02/2019) penderita penyakit Demam Berdarah Dengue yang biasa disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti ini telah mencapai 17 orang.
Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Belu Theresia Saik saat diwawancarai awak media ini membenarkan bahwa sampai dengan hari Jumat kemarin jumlah pasien penderita DBD mencapai 17 orang. Namun 14 orang telah keluar dari perawatan medis dan sisanya masih masih dirawat di Rumah Sakit. “Sisa 3 orang yang masih dirawat. Tapi kita patut bersyukur karena dari semua pasien yang ada juga belum sampai tingkat kematian dan semoga kita tidak sampai pada tingkat itu,” katanya.
Sementara itu Bupati Belu Willybrodus Lay yang ditemui awak media ini mengatakan bahwa Pemerintah Daerah telah melakukan upaya-upaya pencegahan untuk mengatasi wabah penyakit Demam Berdarah Dengue di kabupaten Belu. “Kami telah melakukan berbagai upaya seperti fogging, pembagian bubuk pembasmi jentik nyamuk dan sebagainya untuk mencegah wabah penyakit DBD di daerah tercinta kita,” ungkapnya.
Sebagai Pimpinan Daerah Belu, dirinya sangat berharap agar masyarakat dapat memperhatikan tempat penampungan air dan genangan-genangan air yang ada disekitar lingkungan tempat tinggal untuk dibersihkan dengan baik dan rutin sehingga tidak memberi ruang bagi nyamuk penyebab penyakit DBD berkembangbiak. “Masyarakat harus bisa secara rutin membersihkan tempat penampungan air supaya kita bisa bekerja secara bersama dalam mencegah wabah penyakit ini,” tutur Bupati Willy. (Ronny)


