Denpasar,Theeast.co.id – Gusti Ketut Bayu Bimantara musisi asal Singaraja ini akhirnya merilis single teranyarnya yang bertajuk “Suwug Bersatu”. Single yang telah dilengkapi dengan video clip tersebut ia dedikasikan untuk desa kelahirannya.
Pria yang lebih dikenal sebagai Gusti Bayu ini melihat begitu banyak potensi yang ada didesanya sehingga membuat hatinya terketuk untuk menjadikan sebuah karya. “Potensi di desa saya banyak dan melalui lagu ini desa saya bisa lebih dikenal lagi,”katanya saat sesi jumpa pers di Colony Creative HUB. Sabtu, (8/2).
Lagu yang di balut dengan nuansa pop tersebut menggunakan bahasa Bali dan dimixs dengan alunan music tradisional Bali dan inilah yang membuat beda dari garapan lainnya. Dari segi liriknya pun sangat sederhana dan mudah dimengerti. “Saya mixs agar tidak terpaku pada satu genre saja,”paparnya.
Lebih lanjut disampaikan, lagu tersebut ia garap sendiri mulai dari produser hingga proses penggarapan video clipnya. Bukan tanpa alasan, ia melakoni semua itu lantaran ingin mendapatkan hasil yang lebih maksimal. “Disini saya bertindak sebagai kepala dan yang eksekusi adalah rekan lainnya,”imbuhnya.
Menurutnya, lagu itu akan dijual dalam satu CD yang digabungkan dengan dua karya sebelumnya dan seluruh penjualannya akan disumbangkan ke desa. “Rencananya saya akan jual Rp 10 ribu perkepingnya,”ucapnya.
Musisi yang juga seorang Jro Mangku ini berharap umat sedharma tidak luput dari 3 kerangka dasar umat Hindu serta Tri Hita Karana yang salah satunya adalah hubungan harmonis dengan alam. Ia yang memang dikenal sebagai Composer, Jingle Maker dan Disc Jockey, sengaja memilih “Suwug Bersatu” Sebagai Single kedua di karenakan karakter Music yang sangat pas dan Begitu Dalam untuk lagu bergenre seperti ini.
“Lokasi shooting mengisyaratkan bahwa Jagad Suwug ini Gemah limpah Lohjinawi. Bertempat di Desa Suwug yang tidak lain adalah tempat asal saya beserta keluarga,” pungkas musisi yang juga tokoh muda kebersihan lingkungan ini.
Ia mengatakan jika lagu itu tercipta secara spontanitas dan atas dasar keinginannya memperkenalkan serta memajukan segala potensi yang ada di desanya.
Selain menceritakan mengenai lagu yang baru berasil ia garap Gusti Bayu, ikut menyatakan sikap penolakan terhadap RUU Permusikan yang belakangan ini marak diperbincangkan.
“RUU Permusikan bisa membatasi kreatifitas dalam berkarya, walaupun niatnya baik, tetapi saya tetap menolak semua pasal yang ada disana”,tutup. (Pranata)


