Atambua,Theeast.co.id – Pos Asulait Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 408/Suhbrastha bersinergi dengan masyarakat membuka kembali jalan yang sempat terputus akibat tanah longsor.
Hujan yang akhir-akhir ini mengguyur disebagian besar wilayah Nusa Tenggara Timur tak terkecuali kecamatan Tasifeto timur kabupaten Belu sangat menguntungkan di sektor pertanian, akan tetapi disamping itu juga menimbulkan dampak yang buruk terhadap kerawanan bencana alam yang ditimbulkan.
Seperti yang terjadi di ruas jalan di desa Sarabau, kecamatan Tasifeto Timur kabupaten, Belu Nusa Tenggara Timur. Kondisi tanah yang labil dibarengi dengan kurangnya pepohonan membuat terjadinya longsor disebagian tebing yang berada dipinggir jalan tersebut.
Melihat kondisi tersebut dengan inisiatif cepat pos Asulait menerjunkan porsonil yang kemudian mengajak masyarakat untuk menyingsingkan lengan baju bergotong royong bersama.
“Keterbatasan peralatan tak menyurutkan semangat kami untuk membuka kembali jalan yang tertimbun material lumpur supaya bisa dilewati kembali oleh warga tanpa hambatan seperti sedia kala”, begitulah ungkap Prajurit kepala Wahyu Eko yang saat itu ikut dalam kegiatan tersebut.
Komandan kompi tempur satu Letnan satu Infanteri Ari Cahyo Wibowo melalui komandan pos Asulait Sersan Kepala Ferry Eko Ariyanto mengatakan kondisi jalan yang sulit diakses disertai licin tak jarang membuat warga yang nekat melewati sering tergelincir bahkan jatuh, tindakan yang dilakukan oleh anggota pos Asulait ini diharapkan jalan bisa kembali dilalui seperti biasa dan tidak lagi membahayakan pengguna jalan.
Stefani warga desa sarabau mengatakan kegiatan ini patut diapresiasi karena berkat kepedulian TNI mereka bisa beraktifitas dengan normal seperti sedia kala.(*tim)


