Pemkot Denpasar Sasar 30 Pasar Desa Untuk Tingkatkan Daya Saing

23

Denpasar,Theeast.co.id – Berbagai langkah terus dimaksimalkan dalam upaya mendukung bergeraknya ekonomi kerakyatan. Revitalisasi pasar merupakan program berkesinambungan, dimana hingga saat ini sebanyak 33 pasar desa telah direvitalisasi. Penguatan pasar rakyat tak sebatas pada program revitalisasi, namun juga Pemkot Denpasar harus disertai pemahaman bagi para pengelola, pedagang dan pembeli. Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) rutin digelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) sebagai upaya mendukung maksimalnya tata kelola pasar sebagai wujud pengembangan lembaga ekonomi pedesaan.

Kali ini, Monev kembali digelar dengan menyasar 30 pasar desa di Kota Denpasar. Kegiatan yang telah diawali di Pasar Desa Abiantegal, Desa Duh Puri Kauh, Pasar Desa Tegal Harum, Desa Tegal Harum dan Pasar Desa Pakraman Padangsambian, Kelurahan Padangsambian pada Senin (11/2) direncanakan berlangsung hingga 22 Februari mendatang. “Kegiatan ini rutin dilaksanakan sebagai bentuk tindak lanjut dari program revitalisasi pasar sebaga penguatan guna memaksimalkan fungsi pasar desa sebagai pendukung sektor ekonomi kerakyatan yang memiliki daya saing,” ujar Kabid Pemberdayaan dan Keswadayaan Masayarakat DPMD Denpasar, Ni Made Puspita Sari.

Baca juga :  Tim Post Audit Itdam XIV/HSN Sambangi Kodim Bone

Monev ini juga melakukan pemberdayaan bersama dalam meningkatkan pemahaman bersama antar pengelola dan pedagang pasar mengarah pada konsep Pasar Rakyat Indonesia yakni pasar ramah, segar dan terpercaya. Keterlibatan Tim Monev mampu memberikan masukan dari berbagai sisi peningkatan pasar tradisional. Mulai dari kebersihan dan lingkungan yang
melibatkan OPD Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar, pengawasan kesehatan daging melibatkan Dinas Peternakan, serta juga melibatkan Tim BPOM Denpasar dalam pengawasan pangan mengandung bahan berbahaya. “Monev ini selain dilaksanakan guna memberikan masukan terhadap pengembangan pasar desa, juga turut mensosialisasikan pengurangan penggunaan kantong plastik sesuai dengan Perwali No. 36 Tahun 2018,” jelasnya.

Tentu dari langkah ini keterlibatan Forum Pengelola Pasar Desa (FPD) juga sangat berperan dalam melakukan pembahasan bersama pemberdayaan pasar desa. Dari hasil
monev ini nantinya diharapkan dapat menjadi acuan dalam peningkatan kunjungan masyarakat di pasar
desa. Disamping itu langkah penguatan ini juga DPMD rutin menggelar Festival Pasar Rakyat melibatkan puluhan pasarrakyat dengan memilih pasar terbaik.
“Sehingga dari monev ini mampu memberikan eksistensi pasar tradisional sesuai harapan Walikota IB Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, dimana tidak saja memperbaiki fisik pasar namun juga mampu menata lingkungan bersih dan sehat serta mampu membina jiwa kewirausahaan di pasar rakyat,” ujarnya.

Baca juga :  Bali Day by Day Covid-19

Sementara Kepala Pasar Desa Tegal Harum, AA Made Ardana menyambut baik pelaksanaan Monev ini. Dimana dari pelaksanaan monev ini tentu dapat menjadi acuan dalam peningkatan tata kelola pasar. Bahkan dengan adanya monev ini Pasar Desa Tegal Harum terus berbenah sehingga menjadi pasar desa yang unggul dan memiliki daya saing. “Jadi hasil dari monev ini akan kami jadikan acuan dalam berbenah menuju pasar desa yang ramah, segar dan terpercaya dalam mendukung ekonomi kerakyatan,” jelasnya.(Axelle Dae)

Facebook Comments