Friday, March 20, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Ruas Jalan Sabuk Merah Nualain Nyaris Putus Total

Atambua, Theeast.co.id – Longsoran tanah mengakibatkan beberapa titik Jalan Sabuk Merah perbatasan Negara RI-RDTL mengalami kerusakan bahkan yang terparah terdapat di ruas jalan Dusun Nualain Tas, Desa Nualain, kecamatan Lamaknen Selatan, kabupaten Belu yang nyaris putus total.

Untuk diketahui bahwa Jalan Sabuk Merah Sektor Timur merupakan jalan yang menghubungkan daerah perbatasan Motamasin Kabupaten Malaka dengan perbatasan Mota’ain Kabupaten Belu dari daerah-daerah terluar wilayah perbatasan dengan negara tetangga Timor Leste.

Berdasarkan pantauan awak media ini jalanan yang baru saja dibuka dan belum ditingkatkan ke jalan hotmix ini alami kerusakan yang cukup serius akibat longsoran tanah di wilayah tersebut, Minggu (10/02/2019). Jalan yang merupakan salah satu jalan penghubung utama antar beberapa desa di kecamatan Lamaknen Selatan tersebut hampir alami putus total. Hanya kendaraan roda dua dan kendaraan mobil berukuran kecil yang dapat melintasi jalanan tersebut.

Pada bagian kanan jalan menuju desa Lakmaras terdapat urukan gunung untuk pembukaan jalan Sabuk Merah di wilayah tersebut sedangkan bagian kiri terjadi longsoran tanah hingga menyebabkan kerusakan pada jalanan tersebut. Di pinggiran jalan itu terpasang police line sebagai tanda peringatan bagi para pelintas jalanan tersebut.

Salah satu warga Desa dari Desa Lakmaras, Frans Bau saat diwawancarai awak media ini menyampaikan bahwa longsoran itu terjadi pada musim penghujan bulan Januari 2019. “Itu sudah diperbaiki kalau tidak oto tidak bisa lewat sama sekali. Kami mau lewat juga setengah mati. Januari kemarin baru jalan ini rusak semakin parah,” katanya.

Sementara sopir bus Kreasi trayek Atambua-Lakmaras saat diwawancarai mengatakan bahwa mereka yang melintasi jalan itu harus memiliki nyali besar dengan resiko yang cukup tinggi. “Penumpang bis biasanya di over dengan bis yang ada di jalan sebelah. Kalau pun berani langgar itu punya nyali yang besar karena jaraknya dengan ban hanya sejengkal tanah tapi itu juga kalau tidak ada hujan dan tanah kering,” ungkapnya.

Pejabat Pembuat Komitmen Jalan Sabuk Merah perbatasan Negara RI-RDTL, Rofinus Ngilo saat dihubungi wartawan media ini menyatakan bahwa saat ini bukan saja di titik itu yang alami kerusakan tetapi ada 17 titik lainnya sepanjang jalan Sabuk Merah Sektor Timur antara kabupaten Belu dan kabupaten Malaka, Senin (11/02/2019).

Dijelaskan bahwa kerusakan pada 18 titik itu disebabkan oleh Bobonaro Clay atau erosi tanah sehingga pihaknya saat ini sudah direkomendasikan dari Pusat untuk melakukan desain tersendiri terhadap tekstur tanah di daerah-daerah pembangunan jalan Sabuk Merah Perbatasan.
“Kami masih menunggu untuk desainnya tersendiri itu selesai. Tanah dasar di bagian bawah itu yang membutuhkan penyelidikan lebih lanjut supaya bisa ditentukan konstruksinya apa dan bagaimana?” tutur Rofinus.

Disampaikan bahwa tekstur tanah tersebut butuh penyelidikan terlebih dahulu kemudian ditentukan lapisan tanah pada kedalaman yang ke berapa dan selanjutnya baru penentuan konstruksi fondasi ke atas. “Ini kita tidak bisa tangani secara biasa. Kalau ditangani secara biasa itu sama saja tidak menyelesaikan masalah yang ada. Bronjong aja dia bawa pergi. Kita akan desain ulang mulai dari tekstur tanahnya,” imbuh PPK Ngilo. (Ronny)

Popular Articles