Friday, April 10, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Desa Adat Di Bali Akan Dilibatkan Dalam Pemberantasan Narkoba

Denpasar,Theeast.co.id – Gubernur Bali I Wayan Koster saat ini sedang mengkaji keterlibatan desa ada di Bali dalam pemberantasan Narkoba. Keterlibatan desa adat sangat penting karena desa adat memiliki kewenangan dan otoritas di wilayahnya. Keterlibatan desa adat itu bukan dalam urusan penindakan tetapi lebih pada pencegahan. “Penindakan itu urusan penegakan hukum, sementara pencegahan menjadi tanggungjawab bersama. Dan dalam wilayah yang paling kecil, desa adat paling berperan dalam pencegahan peredaran Narkoba di Bali,” ujarnya di Denpasar, Kamis (21/2).

Koster mengaku sudah membicarakan dan mendiskusikan hal ini dengan beberapa pihak terkait baik dengan desa adat dan sebagainya. Paling terakhir adalah dengan Badan Kerjasama Sosial Usaha Pembinaan Warga Tama (BERSAMA) di Kantor Gubernur Bali beberapa waktu lalu. Sebagai daerah pariwisata, Bali memang rentan dengan keberadaan narkoba. Namun Gubernur Koster mengatakan sudah memiliki program pemberatasan Narkoba yang melibatkan kepolisian, BNN dan masyarakat. “Kami sudah menyiapkan sistem dan regulasi, termasuk melibatkan desa adat sebagai pilar pembangunan Bali,” ujarnya. Menurut Gubernur, desa adat memiliki perarem sebagai instrumen untuk membantu menghambat narkoba masuk ke desa. Gubernur Koster memberi apresiasi langkah bersama membentuk ‘agen’ di masyarakat yang mencegah peredaran narkoba.

Ketua Umum BERSAMA Mayjen Purn. IG Putera Astaman mengatakan organisasi BERSAMA yang didirikan sejak 41 tahun yang lalu memang sudah berkomitmen dan bermitra dengan pemerintah dalam mencegah dan memberantas peredaran narkoba. Putera Astaman yang menjabat kembali sebagai ketua umum setelah 20 tahun yang lalu mengaku situasi saat ini lebih berat ketimbang dulu. “Situasi beda dengan 20 tahun yang lalu. Sekarang benar benar perang,” kata Putera Astaman. Oleh karena itu saat ini BERSAMA sudah membentuk organisasi di tingkat daerah termasuk di Bali. Program utama bersama adalah membentuk laskar pencegah narkoba. “Kita perlu benteng. Laskar ini adalah orang orang yang sudah dilatih, berkomitmen dan tersebar di desa sekolah dan kampus,“ ujarnya.

Untuk melaksanakan program tersebut BERSAMA juga bekerjasama dengan instansi terkait seperti Dinas Kesehatan, Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga serta Badan Kesbangpol. (Axelle Dae)

Popular Articles