Tuesday, February 3, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Satgas Yonif Raider 408/SBH Bersama Remaja Sekolahan Buat Lahan Kebun Di Lamaknen Selatan

Atambua, Theeast.co.id – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 408/Suhbrastha, Pos Fohuk melakukan giat bersama remaja sekolahan membuat lahan kebun di Desa Lo’onuna, Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu Wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL, Kamis (14/03/2019).

Anggota Satgas Pamtas Yonif Raider 408/SBH di Pos Fohuk ini secara bersama-sama dengan Remaja SMK yang ada di Desa Loonuna membuat bedeng-bedeng di lahan yang kosong di dekat wilayah persekolahan. Saat itu terik matahari begitu mencekam, namun terlihat anggota Satgas bersama beberapa remaja SMK ini tetap bersemangat dalam bekerja menggarap lahan. Pembuatan bedeng ini direncanakan akan dimanfaatkan untuk menanam tanaman pokok masyarakat seperti sayuran.

Kegiatan ini pun mendapat dukungan dari para guru dan masyarakat setempat sehingga mereka tahu cara untuk memanfaatkan dan mengolah lahan kosong secara lebih baik lagi agar dapat menunjang ketahanan pangan bagi masyarakat setempat mengingat Kecamatan Lamaknen Selatan merupakan salah satu daerah terluar kabupaten Belu yang sangat jauh dari wilayah perkotaan.

Danpos Fohuk, Letda Inf Nur ikhsan saat dihubungi awak media ini menyampaikan kegiatan membantu masyarakat merawat tanaman kebun ini sebagai bukti kepedulian TNI kepada masyarakat yang nantinya tanaman kebun itu dapat menghasilkan panen yang baik sehingga dapat meningkat perekonomian masyarakat. “Ini salah satu bentuk kepedulian kami kepada masyarakat khususnya yang ada di daerah perbatasan RI-RDTL ini. Kami ingin meningkatkan perekonomian mereka dan membuat masyarakat semakin mandiri dengan mengingat wilayah ini sangat jauh dari perkotaan yang membutuhkan waktu dan biaya yang banyak untuk berbelanja di Kota Atambua,” ungkapnya.

Dirinya juga menegaskan bahwa pihaknya di Pos Fohuk, Satgas Pamtas Yonif Raider 408/SBH ini juga akan terus membantu masyarakat dalam membuat inovasi baru terhadap kemandirian ekonomi demi kesejahteraan masyarakat di perbatasan itu sendiri.

Sementara itu, Markus Bere selaku guru SMK Perbatasan RI-RDTL ini sangat bersimpati atas kegiatan yang dilakukan oleh anggota Satgas Pamtas bersama anak-anak sekolah. “Ini mengajarkan kepada anak-anak kami betapa susahnya orang tua mereka mencari nafkah. Maka mereka harus sungguh sungguh dalam belajar karena mereka adalah harapan bagi keluarga dan orang tua mereka,” pungkasnya. (Ronny)

Popular Articles