Wednesday, February 4, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Gunung Agung Meletus Lagi

Denpasar, Theeast.co.id – Gunung Agung yang berada di Kabupaten Karangasem Bali kembali meletus pada Jumat sore (15/3) sekitar pukul 18:27 Wita. Kepala BPBD Bali Made Rentin membenarkan telah terjadi letusan cukup keras dengan mengeluarkan abu vulkanik. “Setelah menerima informasi dari tim di lapangan termasuk para relawan yang melihat langsung kondisi Gunung Agung, kami pun langsung melakukan konfirmasi dengan PVMBG tentang kondisi Gunung Agung. Dan benar memang terjadi letusan, tetapi sangat singkat,” ujarnya.

Menurut Rentin, data yang dirilis dari PVMBG menunjukan, tinggi kolom abu teramati kurang lebih 1.000 meter di atas puncak atau sekitar 4.142 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi sekitar 1 menit 23 detik. Namun letusan berlangsung tidak lama dan menurut keterangan pihak PVMBG bahwa kondisi ini memang sudah merupakan karakteristik Gunung Agung.

Untuk itu Rentin meminta kepada seluruh masyarakat yang ada di 28 desa di lereng Gunung Agung, para relawan agar tetap tenang dan waspada “Kami meminta agar masyarakat tetap tenang, tidak perlu panik. Tidak perlu percaya informasi yang bukan berasal dari sumber yang dipercaya, yang memiliki kewenangan untuk memberikan informasi,” ujarnya. Masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki, pengunjung, wisatawan agar tidak berada dan tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 kilometer dari Kawah Puncak Gunung Agung. Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual dan terbaru. Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung. (Axele Dhae)

Popular Articles