Muara Enim, Theeast.co.id – Prajurit TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) 141/AYJP (Anek Yudha Jaya Prakosa) mengikuti penyuluhan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Narkoba (P4GN) dari Tim Kodam II/Sriwijaya yang dipimpin oleh Pabandya Pam Sinteldam II/Sriwijaya Letkol Inf Agung Pramudyo.S. bertempat di Gedung Aula Mayor Bambang.S Markas Yonif 141/AYJP Karang Raja, Muara Enim, Rabu (20/3/2019).
Komadan Yonif 141/AYJP Letkol Inf Aswin Suladi. S.E., M. AK. mengemukakan, sebanyak 75 personel satuan Yonif 141/AYJP ikut dalam kegiatan tersebut. “Kami mengapresiasi dan mendukung progam P4GN dari Kodam II/Sriwijaya yang merupakan perintah dari Pimpinan, agar kedepannya dapat berjalan dengan baik serta anggota tidak ada yang terlibat narkoba satupun,” tegasnya.
Jika terlibat, lanjut Letkol Inf Aswin Suladi, tidak akan segan-segan untuk memproses sampai dengan pemecatan bagi anggota yang telah terbukti memakai maupun mengedar narkoba, karena narkoba merupakan salah satu tujuh pelanggaran berat TNI yang harus dihindari. “Dengan adanya kegiatan sosialisasi P4GN, saya berharap prajurit Yonif 141/AYJP dapat mendengarkan, menyimak dan mau bertanya untuk dapat mengetahui lebih banyak tentang bahaya Narkoba”, kata Letkol Aswin.
Sementara itu, Pabandya Pam Sinteldam II/Sriwijaya Letkol Inf Agung Pramudyo.S. dalam penyuluhannya menyampaikan, bahwa bangsa Indonesia kini dalam kondisi darurat Narkoba. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya penyalahgunaan Narkoba di tengah masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Letkol Agung menjelaskan tentang narkoba adalah zat kimia yang dapat mengubah keadaan psikologi seperti perasaan, pikiran, suasana hati serta perilaku jika masuk ke dalam tubuh manusia baik dengan cara dimakan, diminum, dihirup, suntik dan intravena.
Dia juga menjelaskan tentang macam-macam jenis narkoba, modus penyelundupan narkoba, bahaya narkoba dan dampak bagi penggunanya, serta cara antisipasi peredaran dan penyalahgunaan Narkoba.
Usai penyuluhan P4GN, dilanjutkan tes urine prajurit Yonif 141/AYJP secara acak dan terpilih sebanyak 30 personel Danyonif 141/AYJP, dan dari hasil pelaksanaan pemeriksaan 30 personel tersebut dinyatakan negatif. (Tim)


