Monday, March 16, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Kemendikbud Gelar Kegiatan Workshop Seni Media Di Bentara Budaya Bali

Gianyar, Theeast.co.id – Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kembali melaksanakan kegiatan Workshop Seni Media dalam berbagai lingkup gagasan, medium, konten dan penyajiannya. Pada tahun 2019 ini kegiatan dilangsungkan di empat kota, yakni Bandung, Tanggerang Selatan, Surabaya dan Bali. Khusus penyelenggaraan di Bali bekerja sama dengan Bentara Budaya Bali dan SEHATI Films, digelar pada 21 – 24 Maret 2019.

Merujuk tajuk “Sisi Bali”, lokakarya kali ini berfokus pada pembekalan dan praktik seputar Video Editing, Estetika Video Art, Kolaborasi Intermedia. Selaku narasumber yakni Bandu Darmawan (seniman visual dan video art), Dr. I Wayan Kun Adnyana (Kurator, Dosen FSRD ISI Denpasar) dan Hanne Ara (sutradara, editor). Selain itu, hadir pula perupa Nyoman Erawan yang turut berbagi perihal pengalamannya sebagai seorang kreator yang kerap kali mengaplikasikan seni multimedia atau video art dalam bidang seni rupa.

Seni media dapat diartikan sebagai gabungan dari seni visual dan teknologi atau sebuah karya seni yang berbasis pada teknologi digital. Pada lokakarya kali ini bukan semata menguraikan pemanfaatan teknologi IT terkini, melainkan juga mengedepankan pendalaman pengalaman sewaktu proses cipta serta bagaimana dalam video yang pendek, kuasa menampilkan keutuhan visual dan menyampaikan pesan yang esensial sebagaimana diharapkan.

Adapun Workshop Seni Media, secara khusus merujuk tematik “Penguatan Kapasitas Sumberdaya dan Ekosistem Kesenian” ini, dilaksanakan guna memfasilitasi dan

apresiasi atas eksistensi dan kemandirian para komunitas, pelaku dan penggiat seni media dalam mewadahi kreativitas generasi milenial dan mengembangkan dunia seni media di tanah air.

Melalui workshop ini diharapkan dapat terakomodir dan tertransformasikan potensi dan minat publik pada seni media sekaligus menjadi media pengenalan dan perluasan pengetahuan dan praktik seni media di kalangan dunia pendidikan.

Adapun rangkaian workshop ini telah dimulai di Bandung pada 18-21 Maret 2019 bekerja sama dengan Humanika Artspace. Selanjutnya akan berlangsung pula di Tanggerang Selatan, bekerja sama dengan Tangsel Creative Foundation (4-7 April 2019) serta terakhir di Surabaya, WAFT-Lab (23-26 April 2019).

Workshop melibatkan peserta dari kalangan praktisi, seniman, mahasiswa, guru, dan peminat seni media. Beberapa narasumber yang terlibat di kota-kota lain diantaranya : Andang Iskandar, Helmi Hardian, Benny Wicaksono, Hilmi Fabeta, Banna Rush, Edi Bonetski, dan Popomangun.

Direktur Kesenian, Restu Gunawan menaruh perhatian khusus terhadap eksistensi seni media sebagai bentuk ekspresi seni masa depan. Kegiatan workshop seni media ini sejalan dengan agenda strategis dalam rangka meningkatkan peran pemerintah sebagai fasilitator pemajuan kebudayaan, terutama dalam hal meningkatan kapasitas sumberdaya manusia bidang kebudayaan.

Menurutnya diperlukan upaya secara terus menerus untuk memberi ruang ekspresi dan ruang presentasi bagi para praktisi seni media, diimbangi dengan menumbuhkan dan

apresiasi atas eksistensi dan kemandirian para komunitas, pelaku dan penggiat seni media dalam mewadahi kreativitas generasi milenial dan mengembangkan dunia seni media di tanah air.

Melalui workshop ini diharapkan dapat terakomodir dan tertransformasikan potensi dan minat publik pada seni media sekaligus menjadi media pengenalan dan perluasan pengetahuan dan praktik seni media di kalangan dunia pendidikan.

Adapun rangkaian workshop ini telah dimulai di Bandung pada 18-21 Maret 2019 bekerja sama dengan Humanika Artspace. Selanjutnya akan berlangsung pula di Tanggerang Selatan, bekerja sama dengan Tangsel Creative Foundation (4-7 April 2019) serta terakhir di Surabaya, WAFT-Lab (23-26 April 2019).

Workshop melibatkan peserta dari kalangan praktisi, seniman, mahasiswa, guru, dan peminat seni media. Beberapa narasumber yang terlibat di kota-kota lain diantaranya : Andang Iskandar, Helmi Hardian, Benny Wicaksono, Hilmi Fabeta, Banna Rush, Edi Bonetski, dan Popomangun.

Direktur Kesenian, Restu Gunawan menaruh perhatian khusus terhadap eksistensi seni media sebagai bentuk ekspresi seni masa depan. Kegiatan workshop seni media ini sejalan dengan agenda strategis dalam rangka meningkatkan peran pemerintah sebagai fasilitator pemajuan kebudayaan, terutama dalam hal meningkatan kapasitas sumberdaya manusia bidang kebudayaan.

Menurutnya diperlukan upaya secara terus menerus untuk memberi ruang ekspresi dan ruang presentasi bagi para praktisi seni media, diimbangi dengan menumbuhkan dan

perolehan iklan, akhirnya tergelincir menjadi media partisan yang tak jelas juntrungannya.

Warih Wisatsana juga menambahkan bahwa ini bukan kali pertama Bentara Budaya Bali menyelenggarakan Workshop Video Art atau kegiatan berbasis multimedia. Sebelumnya, Bentara Budaya Bali pernah menyelenggarakan Kelas Kreatif Bentara “Workshop Video Mapping” bersama Jonas Sestakresna dan Bimo Dwipoalam (26 November 2017), Kelas Kreatif Bentara “Workshop Video Pendek” bersama kreator Krisna Murti (8-9 Februari 2018), serta dilanjutkan “Workshop Video Art: Rancang Festival dan Komunitas” (11 Maret 2018).

“Melalui program-program yang bersifat kolaboratif dan lintas bidang ini diharapkan dapat mendorong terjadinya perubahan sosial kultural masyarakat menuju kehidupan yang lebih terbuka, sekaligus juga sarana pergaulan sosial untuk membangun kolaborasi kreatif yang mengedepankan nilai-nilai toleransi, solidaritas, dan kemanusiaan melalui capaian karya seni yang unggul,” ungkap Warih Wisatsana.

Lokakarya video art kali ini akan mengetengahkan pembekalan teori, diskusi, praktik pengambilan gambar di sekitar lokasi, hingga penyuntingan video yang diakhiri evaluasi dan pemutaran video hasil peserta workshop.

Pada acara penutupan, video art karya peserta diputar secara khusus dan diselenggarakan secara terbuka untuk umum, dimaknai pula dengan pertunjukan kolaborasi seni, sastra, teater, dan multimedia oleh sanggar/ komunitas setempat, boleh dikata merupakan pra-acara menuju Festival Video Art 2019/2020 di Bentara Budaya Bali.(*)

 

Popular Articles