Monday, January 26, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Ini Kondisi Rumah Pasutri Lansia Yang Dilupakan Kelima Anak Kandungnya

Atambua, Theeast.co.id – Markus Riu Sako dan Rofina Olin Mau merupakan pasangan suami-istri lanjut usia yang tinggal di dusun Niamuti, Desa Tniumanu, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL. Markus yang telah berusia 120 tahun dan Rofina berumur 90-an tahun ini menghuni rumah yang sangat tidak layak huni.

Berdasarkan informasi yang didapat oleh awak media ini, sekian lama mereka telah ditinggalkan keempat buah hati yang pergi merantau ke Negeri Malaysia sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan satunya tinggal bersama suami dan mertuanya. Lebih mirisnya lagi keempat anak yang telah merantau sama sekali tidak pernah memberikan kabar kepada kedua orang tua mereka yang berada di tempat asal mereka. Apalagi kiriman uang ataupun barang kepada kedua orang tua yang telah melahirkan mereka. Sehingga mereka sama sekali tidak mendapatkan lagi kasih sayang dari anak-anak kandungnya.

Pantauan awak media ini kedua orang tua ini tinggal di sebuah gubuk kecil yang hampir roboh, Kamis (21/03/2019). Apabila dilihat sepintas, rumah ini bisa dikatakan sebagai kandang untuk ternak. Dinding rumah ini terbuat dari bebak dan bambu dengan beratapkan alang-alang dibawah pohon asam besar. Rumah ini pun beralaskan tanah sebagai lantai dasarnya. Bagian luar rumah ini ditumbuhi rerumputan liar yang menjalar hingga ke dinding-dinding rumah yang sudah kelihatan kusam sekali.

Kamar tidur, tempat untuk masak, kamar makan dan tempat-tempat sebagai aktivitas dalam rumah, semuanya disatukan dalam gubuk yang dindingnya sudah sangat berjarak dan dapat ditembus oleh hawa dingin serta air hujan yang mengguyur. Peralatan masak pasutri lansia di wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL ini pun sangat sederhana dan terbatas sekali jumlahnya.

Kamar tidur dari pasangan suami-istri ini sangat tidak layak sebagai tempat beristirahat. Terlihat hanya beralaskan tikar tipis diatas tempat tidur alami yang dibuat sendiri oleh kedua pasangan ini. Dindingnya yang sudah berjarak, ditutupi dengan karung semen yang sudah tidak digunakan.

Akan tetapi mereka terlihat sangat menikmati dengan segala kesederhanaan yang ada pada diri mereka. Masing-masing melakukan aktivitas yang bisa dilakukan oleh mereka. Bapak Markus yang hanya bisa berada ditempat tidur karena sudah tidak bisa melihat dan berjalan. Sedangkan ibu Rofina terlihat sibuk melayani sang suami dan melakukan pekerjaan rumah yang bisa dikerjakannya.

Kehidupan kedua orang tua lanjut usia ini ternyata belum bisa diperhatikan pihak-pihak terkait sehingga Tangan Tuhan pun datang lewat cara lain dan saat ini pasangan suami-istri lanjut usia ini sudah mendapatkan bantuan yang lebih layak untuk tempat tinggal serta kelengkapan rumah. (Ronny)

Popular Articles