Atambua, Theeast.co.id – Menjelang hari-H Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilihan Umum Legislatif pada tanggal 17 April 2019 mendatang, Aparat Tentara Nasional Indonesia – Kepolisian Republik Indonesia yang ada di kabupaten Belu dan kabupaten Malaka menggelar Apel Pasukan gabungan pengamanan Pemilihan Umum yang dilaksanakan di Lapangan Umum Kota Atambua, Jumat pagi (22/03/2019).
Apel ini dihadiri oleh Kapolres Belu AKBP Christian Tobing, Dandim 1605/Belu Letkol Inf Ari Dwi Nugroho, Wakil Bupati Belu J.T Ose Luan, Perwakilan Bupati Malaka, Pimpinan Forkompinda Plus, perwakilan Partai Politik, tokoh Agama, tokoh Pemuda dan tokoh Masyarakat.
Kapolres Belu AKBP Christian Tobing dalam sambutannya mengatakan bahwa Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata periode 2018 Polres Belu ini dilakukan sebagai kesiapan pengamanan kampanye terbuka dan Pemungutan suara Pemilu tahun 2019. “Melalui Apel Gelar Pasukan operasi mantap Brata 2018 ini, kita tingkatkan sinergitas TNI-Polri dengan instansi terkait dalam rangka mewujudkan kamdagri yang kondusif,” tuturnya.
Apel gelar pasukan ini dilaksanakan secara bersama oleh personil Tentara Nasional Indonesia maupun personil Kepolisian Negara Republik Indonesia yang ada di wilayah kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka yang diperuntukkan mempersiapkan Pengamanan Pemilu. “Dalam kegiatan ini kami bersinergi untuk mengamankan situasi agar tetap kondusif dan masyarakat dapat melaksanakan pesta demokrasi Bangsa Indonesia dengan baik,” kata AKBP Christian.
Diharapkan kepada masyarakat agar dalam menghadapi Pemilihan Umum tanggal 17 April 2019 mendatang untuk tetap menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif dan tidak terprovokasi dengan isu-isu terkait dengan SARA serta berita-berita hoax yang beredar di masyarakat. “Bila ada permasalahan dalam masyarakat, harus segera dilaporkan kepada pihak yang berwenang untuk diselesaikan secara baik,” ungkap Kapolres Tobing.
Sementara itu Dandim 1605/Belu Mayor Inf Ari Dwi Nugroho meminta kepada seluruh personil TNI-Polri yang berada di wilayah kabupaten Belu dan kabupaten Malaka untuk selalu bersikap netral dalam menyongsong, melaksanakan dan menyelesaikan pengamanan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia serta Pemilu Legislatif DPD, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten. “Kepada personil TNI-Polri untuk menjaga netralitas dalam Pemilu dan semua personil harus berupaya untuk bertindak sebagai aparat yang dipercayakan untuk pengamanan Pemilu mulai dari persiapan, pencoblosan dan penghitungan,” pungkasnya. (Ronny)


