Provinsi Bali Perlu Kolaborasi Dengan Kabupaten Untuk Optimalkan Layanan Kesehatan

133

Denpasar, Theeast.co.id – Pemerintah Provinsi Bali akan berkolaborasi dengan kabupaten dan kota seluruh Bali untuk mengoptimalkan layanan kesehatan bagi seluruh warga masyarakat yang sudah memiliki KTP Bali. Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan, kolaborasi antara provinsi dan kabupaten sangat penting guna mengoptimalkan pelayanan di bidang kesehatan. Kolaborasi itu bisa dalam bentukk kerja sama pelayanan, fasilitas dan tenaga medis. “Tujuan yang dicapai adalah pelayanan yang optimal, masyarakat yang sehat. Makanya perlu kolaborasi,” ujarnya di Denpasar, Selasa (26/3).

Menurut Dewa Indra, saat ini kesehatan menjadi program prioritas mulai dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota. Hal ini mengingat kesehatan merupakan program yang berkaitan erat dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Lebih jauh Dewa Indra mengurai lima isu strategis kesehatan nasional yang membutuhkan akselerasi di daerah. Lima isu tersebut antara lain pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular, percepatan penurunan angka kematian ibu dan angka kematian neonatal, peningkatan cakupan imunisasi, percepatan penurunan stunting dan percepatan eliminasi tuberculosis. Terkait lima isu strategis kesehatan tersebut, Bali telah menempuh sejumlah langkah hingga menghasilkan sejumlah capaian yang cukup menggembirakan. Pada tahun 2018, Bali dapat menekan angka kematian ibu pada kisaran 52,2/100 ribu kelahiran, sementara angka kematian neonatal dapat ditekan pada angka 3,1/1000 kelahiran hidup. Sejalan dengan itu, cakupan imunasasi juga telah mencapai 99 persen lebih. Terkait isu stunting, Pemprov Bali didukung Pemerintah Kabupaten/Kota juga terus berupaya menurunkan angka balita stunting.

Baca juga :  Cegah Covid 19 Anggota Koramil 05/TA Semprot Cairan Disinfektan Dilingkungan Makoramil

Dewa Indra berharap dalam rapat kerja kesehatan daerah (Rakerkesda) tahun 2019 dapat merumuskan rencana aksi yang berkaitan dengan upaya peingkatan pelayanan di bidang kesehatan. Ia mengingatkan agar program di bidang kesehatan tak hanya diarahkan pada pemberian pengobatan gratis. Menurutnya, upaya promotif dan preventif juga perlu mendapat perhatian.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kolaborasi provinsi dan kabupaten/kota dalam meningkatkan penguatan pelayanan kesehatan. Penguatan layanan kesehatan itu antara lain difokuskan pada upaya pencegahan penyakit tidak menular, percepatan penurunan angka kematian ibu dan angka kematian neonatal, peningkatan cakupan imunisasi dan penurunan angka stunting serta percepatan eleminasi TBC. (Axelle Dae)

Baca juga :  Pemprov Bali Mulai Buka Pendaftaran Vaksin bagi Jurnalis

Facebook Comments

About Post Author