Saturday, April 11, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Gubernur Bali instruksikan Warga Datangi TPS Di Hari Pencoblosan

Denpasar, Theeast.co.id – Gubernur Bali Wayan Koster mengeluarkan himbauan resmi melalui surat tertanggal 2 April 2019. Selain ditandatangani oleh Gubernur Bali, juga ditandatangi oleh Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali I Gusti Ngurah Sudiana dan Ketua Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) Jero Gede Suwena Putus Upadesha. Himbauan resmi tersebut diumumkan pada Kamis. (4/4) di Rumah Jabatan Gubernur Bali dihadiri oleh puluhan awak media baik lokal maupun nasional maupun internasional. Secara umum surat himbauan itu memuat tiga hal utama. Pertama, meminta agar masyarakat Bali menjaga kondusifitas, keamanan, kenyamanan. “Mari kita ciptakan suasana yang kondusif, aman, nyaman dan damai serta menjaga nama baik Bali dihadapan masyarakat nasional dan internasional,” ucap Koster. Kedua, Koster juga mengajak agar semua pemilih agar datang ke TPS untuk memilih dan jangan sampai Golput. “Jangan sampai tidak memilih. Jangan sampai Golput. Gunakanlah hal pilih untuk mentukan nasib bangsa ini. Kami mengajak masyarakat Bali secara bersama-sama menyukseskan pemilu serentak tahun 2019 dengan menciptakan situasi yang kondusif, aman nyaman dan damai sesuai dengan himbauan bapak Presiden Joko Widodo.

Marilah kita jaga nama baik Bali dihadapan masyarakat nasional dengan International sebagai pulau yang memiliki peradaban dengan jumlah tinggi serta sebagai destinasi wisata dunia,” ujarnya.

Ia meminta agar masyarakat Bali menggunakan hak pilih sebagai warga negara yang bertanggung jawab dengan berbondong-bondong datang ke TPS masing-masing untuk memilih pemimpin bangsa yaitu presiden dan wakil presiden serta wakil rakyat dewan perwakilan daerah, dewan perwakilan rakyat dan DPRD Provinsi maupun juga DPD kabupaten dann kota yang berkomitmen kuat untuk menegakkan ideologi Pancasila, Undang- undang dasar Negara Republik Indonesia 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka tunggal Ika. “Saya Gubernur Provinsi Bali, bersama Ketua Parisada dan Majelis Agung Bendesa Pakraman Provinsi Bali menghimbau kepada seluruh masyarakat Bali yang memiliki hak pilih agar satu menunggunakan hak pilihnya nanti pada tanggal 17 April 2019,” ujarnya.

Satu menunggunakan hak pilihnya nanti pada tanggal 17 April 2019,” ujarnya.

Koster meminta agar instansi pemerintah, perusahaan dan lembaga swasta lainnya untuk mendukung mendorong dan memberikan kesempatan kepada karyawan agar melaksanakan hak pilihnya di TPS masing-masing yang sudah ditentukan. “Kepada perusahaan swasta agar tetap memberikan kesempatan kepada karyawannya.

Misalnya dengan menggunakan cara ship. Misalnya siapa dulu ship pertama pulang menggunakan hak pilihnya baling sebentar yang berikut pulang begitu. Saya kira kan bisa bergantian,” ujarnya.

Menurut Koster, dirinya perlu memberikan himbauan resmi karena ada hoaks, ada juga selintingan di pinggiran agar masyarakat ini merasa terancam. Sehingga takut menggunakan hak pilih, pergi keluar daerah atau bahkan keluar negeri sehingga tidak bisa menggunakan hak pilih. “Saya kira di dalam proses berdemokrasi kurang sehat. Dan ini bagian daripada disiplin sebagai warga negara. Bukan saja hak sebagai maknanya tapi ini juga sebagai kewajiban. Menurut saya kewajiban untuk menggunakan pilihan politik di dalam pemilu serentak 17 April 2109 ini dan negara sudah memberikan kesempatan, KPU sudah menyelenggarakan proses dengan mekanismenya, dengan anggaran yang cukup besar. Saya kira kalau sampai masyarakat tidak menggunakan hak pilihnya tentu akan sangat merugikan kepentingan nasional kita,” ujarnya.

Koster juga menjelaskan, untuk konteks Bali, kekuatiran bahwa masyarakat akan keluar negeri memang tidak ada. “Kalau di Bali bukan takut atau risau adanya Golput tapi kita ingin meningkatkan partisipasi pemilih, kita datang ke TPS menggunakan hak pilihnya

Kalau waktu Pilgub yang dulu angka partisipasinya itu 72 persen, kita berharap agar di Bali itu tingkat kehadiran partisipasinya dan suara sah-nya itu bisa mencapai 80 persen.

Itu harapan kita. Dengan demikian jumlah pemilih di Bali yang mencapai 3,1 juta lebih itu saya kira akan betul-betul bermanfaat untuk menentukan pilihan di dalam kepemimpinan nasional dalam 5 tahun kedepan,” ujarnya.

Koster juga minta agar Bali bisa menunjukkan dirinya sebagai destinasi wisata dunia. “Tunjukkan pula citra dan nama baik Bali sebagai pulau yang memiliki peradaban dengan budaya tinggi serta sebagai destinasi pariwisata dunia. Mari semuanya yang punya hak pilih untuk berbondong-bondong ke TPS pada 17 April untuk memilih presiden, wakil presiden serta wakil rakyat yang berkomitmen kuat untuk menegakkan ideologi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka tunggal Ika,” ajak Gubernur.

  

 Sementara itu Jero Suwena juga mengharapkan para Bendesa dan pecalang di Desa Pekraman setempat bisa membantu para petugas untuk pengamanan selama jangka waktu pencoblosan. “Sesuai dengan kesepakatan kita bersama sebelumnya untuk menyukseskan pemilu ini,” kata Jero Suwena. Di lain pijak, Prof Sudiana mengingatkan krama Bali agar tidak Golput karena memilih pemimpin adalah bagian dari dharmaning negara, kewajiban untuk menentukan masa depan negara. Saya harap krama yang sedang ada upacara atau piodalan untuk dapat mengatur diri dan waktunya agar berkesempatan mencoblos di TPS,” tutup Prof Sudiana. (Axelle Dae)

Popular Articles