Denpasar, Theeast.co.id – Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh saat diskusi santai dengan para pengurus DPW Partai Nasdem Bali dan puluhan awak media di Bali di Kantor DPW Partai Nasdem Bali, Senin (8/4) mengatakan, saat ini empat pilar kebangsaan sudah mulai sirna dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Bahkan, ideologi Pancasila sudah hilang dari lembaga pendidikan dan kampus. “Padahal negara sudah mengalokasikan 20 persen APBN untuk pendidikan. Malahan ideologi Pancasila tidak menjadi atensi disana. Lalu setiap tahun anggaran minta terus. Setelah dicek ternyata anggaran itu banyak dipakai bayar gaji dan lainnya. Begitu mendapatkan uang, tenaga honor diangkat terus semakin banyak. Sementara ideologi kebangsaan terus memudar,” ujarnya sambil tertawa. Surya Paloh juga menyebut jika dalam sebuah survei mengatakan, banyak ASN yang sudah tidak mau tahu lagi dengan 4 pilar kebangsaan. “Survei mengatakan, para PNS kita sudah tidak mau tahu lagi soal ideologi Pancasila,” ujarnya.
Menurut Surya Paloh, dalam era demokrasi saat ini semua elemen bangsa harus paham tentang kebhinekaan Indonesia. Sebab demokrasi itu bukanlah tujuan utama, tetapi hanyalah sarana untuk mencapai tujuan. Jadi kalau Pemilu misalnya amburadul, itu bisa diperbaiki. Namun kalau ideologi yang menjadi acuan utama, menjadi petron sudah tidak dihiraukan lagi dan mau menggantinya dengan ideologi lain, maka hancurlah negara ini. Ideologi negara ini sudah harga mati, tidak bisa diganggu gugat lagi. Bila generasi ini tidak kuat, maka ideologi lain akan masuk dengan mudah.
Surya Paloh mencontohkan, saat ini ada tuduhan terhadap Jokowi adalah PKI. “Untung saja alam tidak mengizinkan, tidak tuduhan PKI terhadap Jokowi. Karena saat itu Jokowi masih kecil. Masih bayi. Bagaiana mungkin ada PKI bayi. Dan ini berulang-ulang. Untuk saja tuduhan itu kepada Jokowi. Kalau kepada saya, maka habislah saya. Sekalipun waktu itu saya juga sudah berhadapan dengan PKI, tetapi kalau tuduhan itu terus diulang-ulang maka saya juga bisa kena, karena kalau tuduhan itu terus diulang-ulang maka saya juga bisa kena, karena masyarakat akan mudah percaya karena informasi itu terus diulang- ulang,” ujarnya.
Untuk saja tidak organisasi PKI yang khusus bayi. Sebab saat itu ada banyak organisasi sayap PKI. Ada Gerwani, ada organisai mahasiswa, ada organisasi buruh dan tani, dan sebagainya, yang semuanya adalah PKI. “Artinya, alam tidak mengizinkan tuduhan PKI terhadap Jokowi itu benar karena Jokowi masih bayi,” ujarnya. Surya Paloh mengakui jika cara-cara kampanye kelompok lain memang sangat berdampak, sangat berpengaruh, sangat provokatif untuk pengetahuan publik. Namun ini akan sangat berbahaya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, mengancam ideologi bangsa, mengancam kebhinekaan, berpotensi menimbulkan perpecahan. (Axelle Dae)


