Denpasar, Theeast.co.id – Pemilu di Bali kali ini berlangsung aman dan lancar. Antusias warga untuk datang ke TPS sungguh luar biasa. Pantauan di TPS di Denpasar dan sekitarnya, sampai dengan pukul 12.00 Wita, pencoblosan tetap dilakukan dan warga tetap menunggui TPS terutama yang belum mendapatkan giliran mencoblos. Kepala Divisi Hukum, Data dan Informasi dan Penindakan Bawaslu Bali Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi menjelaskan, pantauan petugas di lapangan sampai dengan pukul 12.00 Wita menunjukkan, tidak ada hal-hal yang krusial yang mengganggu jalannya pencoblosan. “Secara umum Pemilu di Bali berjalan lancar. Belum ada hal-hal yang luar biasa yang mengganggu proses pencoblosan. Walau pun di sana-sini masih terdapat banyak kekurangan, namun itu hanya secara teknis saja,” ujarnya di Denpasar, Rabu (17/4).
Raka Sandi mengaku mengapresiasi jalannya coblosan Pemilu Serentak 2019. Ia mengatakan bahwa dari pantauan pihaknya pelaksaan coblosan di Pulau Dewata berlangsung secara lancar.
“Pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara ini berjalan dengan tertib,” paparnya.
Bahkan, ia mengaku antusuiasme para warga cukup tinggi melebihi pelaksaan Pilgub Bali 2018 lalu. “Saya tadi datang ke TPS, melihat antusias masyarakat itu cukup tinggi. Ya cukup tinggi jadi pagi-pagi jam 07.00 itu saya di TPS saya lihat langsung,” paparnya.
Pihaknya menghimbau kepada masyarakat Bali untuk menjaga kondusifitas selama masa coblosan dan penghitungan suara. Pihaknya berharap dalam proses coblosan ini tidak ditemukan pelanggaran berarti.
“Nah ini kami himbau di samping pemilunya tertib dan lancar tentu kita berharap tidak terjadi pelanggaran hukum pemilu,” ungkapnya.
Mantan Ketua KPU Bali ini mengatakan ada beberapa permasalah yang tidak terlalu besar di pelaksanaan coblosan ini. Salah satu, permasalahan tersebut ialah tertukarnya surat suara di Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.
Raka Sandi mengaku pihaknya baru mendapat informasi tersebut dari masyarakat dan telah meminta Bawaslu untuk menginvestigasi kebenaran kabar tersebut ke lapangan. “Tadi kami mendapat informasi dari salah seorang warga informasinya di Badung ya di Kuta Selatan. Saya sudah telepon ketua Bawaslu Kabupaten Badung untuk mengatasi,” paparnya.
Selain itu, terjadinya protes puluhan warga yang mengantongi dokumen A5 dan sudah diproses. Namun saat mendatangin TPS ternyata banyak warga ditolak. Kondisi ini terjadi di TPS 21 Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung. “Kami sudah berkoordinasi dengan Bawaslu Badung untuk melakuakn investigasi di lokasi. Kalau benar adanya maka harus dilakukan proses lebih lanjut. Kalau memang surat suara kurang tinggal merekomendasikan ke TPS lain yang terdekat,” ujarnya. (Axelle Dae)


