Denpasar, Theeast.co.id – Korban Pemilu 2019 dari Bali mulai berjatuhan. Hingga saat ini sudah ada 10 orang korban. Dari 10 orang tersebut, 9 orang berasal dari penyelenggara baik di tingkat KPPS maupun di PPK. Sementara 1 orang lainnya berasal dari Bawaslu atau pengawas TPS. Dari 10 orang tersebut, dua orang meninggal yakni 1 orang dari penyelenggara dan satunya lagi dari pengawas. Korban meninggal dari penyelenggara adalah I Putu Rudi Artawan. Artawan adalah anggota KPPS dari Kuta Kabupaten Badung, yang meninggal tanggal 24 April 2019 sekitar pukul 04.00 Wita. Artawan meninggal karena kecelakaan akibat pulang pagi karena harus menyelesaikan tugas-tugasnya saat dimulai penghitungann di tingkat kecamatan. Sementara korban meninggal lain adalah dari jajaran Bawaslu bernama I Nyoman Astawa (55). Astawan bertugas di TPS 33, Kelurahan Peguyangan, Kecamatan Denpasar Utara. Astawa menerima SK dari Bawaslu Bali dengan Nomor 023/Bawaslu-ProvBali/09/Denut/HK.01.01/III/2019. Astawa bertugas hingga tidak istirahat mulai tanggl 17 April hingga 18 April. Tanggal 19 April Astawa mengeluh ke isterinya sakit pada bagian punggung kiri. Tanggal 20 April dibawa ke RSUD Wangaya dan menghembuskan nafas terakhir sebelum tiba di rumah sakit.
Sementara Komisioner KPUD Bali Gede John Darmawan mengatakan, untuk jajaran KPU Bali ada 1 orang meninggal yakni I Putu Rudi Artawan dari Badung. Sementara dua orang yang stroke berasal dari Karangasem KPPS Karangasem, dan satunya dari KPPS Kerambitan Tabanan namun dirawat di RSUD Buleleng. Yang di Karangasem bernama I Nengah Widiartha dan yang dari Kerambitan bernama I Gusti Made Budiasa. Keduanya hingga saat ini masih dirawat di RS. Sementara yang lainnya sempat dirawat namun sudah keluar dari Rumah Sakit. “Sementara kasus yang di Jimbaran, bernama Ni Komang Apriani, itu hanya pingsan di kamar mandi. Kemudian dibawa ke RS. Diduga saat rekapitulasi ada Caleg yang suaranya merosot lalu saksinya membentak dengan suara keras. Mungkin karena sok, dia ke kamar mandi lalu pingsan. Sudah tertangani dengan baik,” ujarnya.
Menurut John, saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Bali. Seluruh anggota PPK dan KPPS yang masih melakukan rekap di tingkat kecamatan, setiap pagi akan dikontrol kesehatannya. Bila kesehatan menurun, maka yang bersangkutan akan disuruh istirahat. “Tim medis akan mobile setiap pagi selama proses ini berlangsung. Mereka akan dicek kesehatannya,” ujarnya. Akan diperiksa rutin tekanan darah, detak jantung dan sebagainya. Selain itu mereka akan mendapatkan suplemen khusus, vitamin agar tetap bugar selama menjalani proses penghitungan di tingkat kecamatan. (Axelle Dae)


