Monday, March 23, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Dipukul Di Ruang Sidang Hingga Berdarah, Anggota DPRD Bali Lapor Ke Polisi

Denpasar, Theeast.co.id – Anggota DPRD Bali Kadek Diana yang dianiaya oleh sesama anggota DPRD lainnya bernama Dewa Nyoman Rai akhirnya melaporkan kasus ke Polda Bali. Diana yang berasal dari Dapil Kabupaten Gianyar itu mendapatkan perawatan di RS Bali Mandara dengan menderita luka cukup dalam di pelipis kiri matanya. Akibat pukulan tersebut, Kadek Diana harus mendapatkan 5 jahitan agar bisa sembuh. Saat dikonfirmasi, Kadek Diana menjelaskan, jika dirinya merasa tidak mempunyai persoalan dengan pelaku.

Kronologinya, pada Selasa (14/5) sekitar pukul 10.00 Wita, saat itu akan memulai sidanng paripurna. “Seperti biasa sebelum sidang, karena pimpinan belum sidang, maka kita anggota dewan ngobrol-ngobrol. Ada sedikit tempat duduk kaya seperti podium. Ada yang berdiri, ada yang duduk. Kebetulan saya yang duduk, agak menghadap ke utara samping. Tiba-tiba saja, saya merasakan pelipis saya ada yang memukul dengan sangat keras sebanyak dua kali. Awalnya saya duduk, tapi karena ada pukulan maka saya berdiri, dan saya menoleh dan terlihat ada Dewa Nyomn Rai,” ujarnya. Pukulan itu menyebabkan luka yang cukup dalam dan hingga berdarah di ruangan sidang. Insiden itu membuat rekan sesama anggota dewan melerai dan memisahkan keduanya. Darah bercucuran di ruang sidang. Korban akhirnya dilarikan ke RS Bali Mandara untuk dirawat dengan 5 jahitan.

Menurut Kadek Diana, dirinya sebenarnya tidak punya musuhan dengan pelaku. Dalam WAG misalnya, selaku ketua fraksi, dirinya selalu mengarahkan dan menasihati bila ada anggota yang mengalami persoalan. Pihaknya tidak ada masalah dengan pelaku. Fungsi pembinaan dilakukan kepada seluruh anggota. “Selaku ketua fraksi di PDIP, saya melakukan fungsi pembinaan terhadap seluruh anggota. Saya merasa tidak ada masalah,” ujarnya. Jumlah anggota fraksi di PDIP ada 24 anggota. Semuanya diajak bicara di WAG. “Bila saya tidak menjalankan tugas dan fungsi dengan baik selaku pimpinan tidak bagus, maka semestinya saya diperingatkan Ketua DPD PDIP yang juga adalah Gubernur Bali. Beliau juga ada di group WAG, yang kebetulan sekarang menjadi Gubernur Bali,” ujarnya. Namun yang terjadi, pelaku datang langsung memukul begitu saja. Kalau menyangkut perbedaan pendapat, hal ini sudah biasa. Kalau pelaku tidak terima, tetap saja tidak menjadi alasan untuk memukul. “Setelah pukul saya berdiri, saya bertanya kenapa memukul. Dia marah-marah katanya saya menantang dia. Saya tanya balik, kapan saya nantang, mana buktinya,” ujarnya.

Menurut Diana, tidak ada persoalan pribadi antara dirinya dengan pelaku. Kalau menyangkut partai, semua dibahas di WAG. Namun dirinya menduga jika pelaku emosional karena tidak lolos dalam pencoblosan. “Terakhir sekitar sebulan yang lalu, kami jalan bareng ke ruang sidang. Dia berjalan di sebelah kiri saya. Saya bertanya, Pak Dewa, kira-kira bagaimana peluang di Pileg, yakin lolos atau tidak. Saya tanya begitu. Lalu dia jawab, harus serius, harus maksimal berjuang. Persoalan lolos dan tidaknya itu urusan kemudian,” ujarnya. Kalau pertanyaan itu membuat pelaku tersinggung, itu urusan dia. Diana tetap akan menempuh jalur hukum.

Kadek Diana menegaskan, jika dirinya tidak melawan dalam insiden itu. “Saya ingin meluruskan, bahwa ada berita yang mengatakan terjadi baku hantam. Itu tidak benar, saya tidak melawan. Kalau baku hantam artinya saya membalas,” ujarnya. Dalam insiden itu, beberapa anggota dewan sempat melerainya. (Axelle Dae)

Popular Articles