ATAMBUA Theeast.co.id – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Belu meminta “hadiah ” dari Pemerintah Belu dan ke-60 anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Belu.
Hal itu disampaikan Ketua KPU Kabupaten Belu, Mikhael Nahak dihadapan semua tamu undangan dan 60 anggota PPK pada kegiatan Pengambilan Sumpah Dan Pelantikan Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Se-kabupaten Belu dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Belu tahun 2020 yang dilaksanakan di Aula Hotel Nusantara Dua Atambua, Sabtu (29/02/2020).
Untuk diketahui hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Belu Willybrodus Lay, Dandim 1605/Belu Letkol Inf Ari Dwi Nugroho, perwakilan Kejari Belu, Komisioner Bawaslu Belu, Komisioner KPU Belu, perwakilan Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 142/KJ, para Camat dan tokoh Agama.
Pada kesempatan yang pertama, sebelum meminta hadiah dari 60 anggota PPK, Ketua KPU Kabupaten Belu ini terlebih dahulu mengucapkan profisiat atas dilantiknya Ke-60 anggota PPK dan menjelaskan alasan para PPK menggunakan kain adat dalam pelantikan.
“Kami mengucapkan proficiat untuk ibu dan bapak, 60 orang yang hari ini terlantik dengan destar dan kain adat yang bervariasi. Ini kekhasan kita. Momentum ini kami ingin juga memperkenalkan ciri khas budaya Belu yaitu tenun adat,” tandasnya.
Lanjutnya, Ketua KPU Belu ini meminta kepada 60 Anggota PPK tersebut untuk tidak membawa pulang Kain Adat yang digunakan saat pelantikan sebagai bentuk timbal-balik.
“Kalau boleh 60 potong kain ini ditinggalkan untuk kami ee… Jangan dibawa pulang. Karena kami sudah mempercayai bapak-ibu jadi PPK. Bapak – Ibu juga percaya kami dengan menyimpan sejumlah kain yang ada. Saya kira ini timbal balik,” imbuh Mikhael Nahak.
Dirinya pun menyampaikan agar pada kesempatan tersebut, ke-60 anggota PPK harus berbangga atas kepercayaan yang telah diberikan.
“Harusnya teman-teman berbangga menjadi PPK karena dari dari sekian banyak yang melamar, hanya teman-teman yang terpilih,” tuturnya.
Ketua KPU Belu ini juga mengatakan bersyukur dengan penambahan 60 orang anggota PPK ini sebagai fondasi awal terselenggaranya pemilihan umum Bupati dan Wakil Bupati Belu 2020.
Pada kesempatan kedua, Mikhael Nahak meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Belu untuk memberikan fasilitas motor kepada anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).
“Kami sangat mengharapkan dukungan dari Pemda. Pak Bupati, tolong bantu kami, tolong fasilitasi kami. Teman-teman kami di Kecamatan ini mereka rata-rata tidak punya motor,” pintanya dihadapan semua hadirin.
Menurut Ketua KPU Belu, permintaan itu lantaran saat sesi wawancara banyak yang mengakunya demikian.
Dalam sambutannya tersebut, Mikhael Nahak juga menuturkan bahwa dari 60 anggota PPK setidaknya telah terdapat lebih dari 30% keterwakilan perempuan.
“Sesuai amanat undang – undang keterwakilan perempuan melebihi 30%, Kurang lebih 13 orang,” katanya.
Karena itu dirinya meminta kepada ke-60 anggota PPK untuk bisa bekerja lebih semangat dan bertanggung jawab kepada Negara dan Tuhan sehingga masyarakat pun memiliki kepercayaan terhadap lembaga KPU sebagai penyelenggara Pemilihan Umum.
“Akhir kata kami sekali lagi mengucapkan proficiat dan sejak saat ini teman-teman sudah menjadi PPK dan teman-teman sudah boleh melakukan pekerjaan-pekerjaan yang diemban,” pungkas Ketua KPU Belu. (Ronny).


