Tuesday, February 17, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Pemprov Bali Minta PSSI Pertimbangkan Bali Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U- 20

DENPASAR, Theeast.co.id – Pemerintah Provinsi Bali meminta dengan hormat kepada PSSI agar Bali dipertimbangkan untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan piala dunia U-20 yang digelar dua tahun lagi. Permintaan tersebut disampaikan oleh Gubernur Bali I Wayan Koster kepada Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan saat berkunjung ke Bali untuk meninjau Stadion Kapten I Wayan Dipta di Gianyar pada Sabtu (7/3) sore.

Pada pertemuan tersebut, Koster minta agar PSSI menjadikan Bali sebagai tuan rumah piala dunia U-20 dan bisa menjadikan Stadion Kapten Dipta sebagai venue. Stadion berkapasitas 20 ribu penonton yang merupakan home base klub Bali United ini dinominasikan sebagai salah satu dari enam kandidat tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun depan.

Menurut Koster, posisi Bali, sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di dunia akan lebih mudah dikenal. Selain itu, Bali akan mengembangkan sport tourism. “Pariwisata olahraga yang paling representative saat ini adalah sepak bola, banyak mendapatkan atensi publik dan sangat potensial untuk dikembangkan berbarengan dengan bisang pariwisata. Kami sangat membutuhkan dukungan dari PSSI dan semua pihak terkait upaya kami ke depan untuk menjadikan Bali sebagai destinasi pariwisata yang dimana di dalamnya termasuk sport sebagai daya tariknya,” ujarnya. Koster mengakui jika even Piala Dunia U-20 tahun 2021 adalah harapan publik di Bali. “Mungkin saat ini dari sisi fasilitas pendukung even tersebut kami masih kurang, namun kami punya banyak unsur lain yang bisa jadi bahan pertimbangan,” ujarnya.

Ia mengurai, banyak pemain dunia dan juga pemain yang akan berlaga di even piala dunia U-20 sudah mengenal Bali. Nama Bali sudah sangat besar dan dikenal di luar. Mudah-mudahan dengan masuknya nama Bali, rakyat Bali berharap dukungan PSSI dengan konsekuensinya adalah perbaikan fasilitasnya. Dengan Stadion Kapten I Wayan Dipta sebagai venue utama. Stadion ini dikembangkan menjadi stadion yang representatif dan memenuhi syarat, ditambah lapangan latihan sebagai pendukung. Permintaan Bali menjadi tuan rumah sangat beralasan karena Bali kini sedang sedikit menurun pariwisatanya karena dampak virus Corona. Namun Bali terus berbenah salah satunya dengan “We Love Bali Movement”, gerakan pemulihan pariwisata Bali. Jika Piala Dunia U-20 bisa terselenggara di Bali tentu akan jadi gelaran yang vital bagi pariwisata Bali, selain tentu sebagai ajang olahraga prestisius.

BaIi penyumbang devisa pariwisata terbesar bagi Indonesia, 6,3 juta wisman atau 39 persen dari total wisman nasional. Devisanya Rp 75 Triliun dari Bali. Jadi kalau dihitung-hitung, kalau even PD U-20 bisa dilaksanakan di Bali selain memajukan olahraga juga bisa memberikan kontribusi besar untuk devisa negara. Ekonomi masyarakat juga makin berkembang. Jika dimungkinkan, Pemprov Bali juga bisa mendukung segala sesuatunya dari anggaran perubahan.

“Saya yakin, Bapak Presiden senang jika Bali dipertimbangkan. Saya paham kompetisinya sangat ketat sebagai venue PD U-20, tapi saya serahkan kepada bapak Ketua Umum PSSI. Mudah-mudahan memberikan berkah untuk Bali,” ujarnya.

Ketum PSSI Mohamad Iriawan mengatakan, Piala Dunia U-20 2021 merupakan sejarah bagi bangsa Indonesia karena bisa mengalahkan ‘bidding’ negara-negara lain yang juga sangat ingin menjadi tuan rumah event penuh gengsi ini. Ia menilai, Stadion I Wayan Dipta layak untuk menggelar event sepak bola internasional. Tahun lalu stadion berkapasitas 25 ribu penonton ini digunakan Timnas senior menjamu Vietnam pada lanjutan Pra Piala Dunia 2022 serta uji coba Timnas U-23 melawan Iran. Selain itu, Bali United pun kerap menggunakannya dalam ajang Piala AFC.

“Senang sekali melihat jumlah tempat duduk tribun ‘single seat’ sudah bertambah sejak dipakai pertandingan Timnas tahun lalu. Tinggal perbaikan minor seperti penambahan ruangan untuk fasilitas broadcast, peningkatan kapasitas lampu penerangan, perbaikan kamar ganti, kolam berendam air hangat, dan lain-lain. Ini salah satu venue yang kemungkinan ditunjuk oleh FIFA, tergantung dari penilaian mereka yang berencana akan hadir bulan ini. Dari 10 yang direkomendasikan akan ditunjuk 6 venue resmi. Mudah-mudahan salah satunya di Bali,” ujarnya.

Bali memang menarik untuk wisatawan, apalagi ada konsep sport tourism yang ditawarkan Gubernur. Ini kelebihannya, bahkan seringkali ada turis yang menonton langsung ke stadion Dipta. “Kita lihat juga lapangan latihan pendukungnya. Perlu koordinasi juga untuk akses, kemacetan dan lainnya. Komitmen Presiden dan PUPR sudah sangat jelas, akan memperbaiki semua venue yang nantinya ditunjuk,” ujarnya.

Selama berada di Stadion I Wayan Dipta, Iriawan yang akrab disapa ‘Iwan Bule’ tersebut meninjau kondisi rumput lapangan dan berbagai infrastruktur lain. Hadir juga dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun, Ketua Asprov PSSI Bali I Ketut Suardana, dan anggota Komite Eksekutif PSSI Pieter Tanuri.(axelle dae).

Popular Articles