Thursday, March 12, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Diadukan ke DPRD Belu Terkait Tuduhan Curi Maek Bako, Plt Sekda Belu Akhirnya Sampaikan Permohonan Maaf

ATAMBUA, Theeast.co.id – Pasca kunjungan Gubernur NTT di Kabupaten Belu wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL beberapa waktu lalu, muncul polemik yang diberitakan sejumlah media cetak dan media online terkait dugaan adanya tudingan yang dilontarkan Plt Sekda Belu, Marsel Mau Meta kepada para petani porang Maek Bako di Dusun Nela, Desa Naekasa kecamatan Tasifeto Barat, kabupaten Belu.

Dalam sejumlah pemberitaan media online, Plt Sekda diberitakan menuding petani telah mengambil bibit porang dari lahan milik pemerintah dan menanam kembali di lahan milik masyarakat.

Atas tudingan tersebut, belakangan petani porang yang adalah masyarakat dusun Nela tidak terima dengan ucapan Plt Sekda kepada mereka. Karena tidak terima, petani porang dari dusun Nela mengadukan Plt.Sekda Belu ke DPRD Belu pada pekan lalu.

Masyarakat meminta agat Plt Sekda Belu mengklarifikasi tuduhannya. Lantaran Plt. Sekda tidak hadir sehingga pertemuan klarifikasi baru dilaksanakan pada Senin (09/03/2020) di ruang rapat Komisi II DPRD Belu.

Hadir dalam rapat klarifikasi, Plt.Sekda Belu, Marsel Mau Meta, Ketua Komisi II DPRD Belu, Theodorus Seran Tefa bersama anggota Komisi II, Kadis Pertanian kabupaten Belu, Gerardus Mbulu, Kepala Desa Naekasa, Gabriel Manek berserta masyarakat Dusun Nela Desa Naekasa kecamatan Tasifeto Barat Belu.

Disaksikan awak media ini, dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi II DPRD Belu Theodorus Seran Tefa, Plt Sekda Belu Marsel Mau Meta, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas dugaan tudingan yang dialamatkan pada dirinya.

Marsel Mau Meta dalam kesempatan itu mengatakan bahwa secara pribadi sebagai pejabat publik ia meminta maaf kepada masyarakat apabila apa yang dilakukannya menyakiti hati masyarakat. Namun demikian, akui Plt Sekda bahwa dirinya sama sekali tidak berniat untuk menyakiti apalagi merendahkan masyarakat di dusun Nela melalui ucapan sebagaimana diberitakan.

“Dari lubuk hati saya yang paling dalam, saya menyampaikan permohonan maaf kepada bapak mama semua karena pemberitaan itu membuat bapak mama terganggu dan membuang biaya dan yang kedua buang kerja. Untuk itu saya dari hati yang paling dalam menyampaikan permohonan maaf karena saya sebagai pejabat publik diberitakan seperti itu membuat bapak mama di dusun Nela menjadi tidak nyaman dengan isi pemberitaan itu”, ucap Plt Sekda Belu dalam rapat klarifikasi di ruang Komisi II DPRD Belu.

Meski telah meminta maaf secara terbuka, Plt.Sekda Belu mengatakan bahwa ia tidak pernah melontarkan ucapan yang dialamatkan kepada petani porang di dusun Nela desa Naekasa.

Dirinya menjelaskan bahwa karena sudah ada pemberitaan yang menyebut dirinya sehingga sebagai pejabat publik ia meminta maaf karena tidak ingin menyakiti hati masyarakat.

“Selebihnya, saya mohon maaf. Saya junjung tinggi bapak mama semua. Saya anak orang adat jadi saya menjunjung tinggi itu”,ujarnya.

Perwakilan petani, Elvis Souza dalam penyampaiannya mengatakan bahwa kehadiran para petani porang di DPRD Belu bukan untuk mencari siapa yang salah dan siapa yang benar, namun kehadiran mereka semata hanya untuk meng-clearkan persoalan kepada publik sehingga tidak ada yang dikambinghitamkan.

“Hari ini saya mau katakan, mari kita berkata jujur. Kalau memang kita sudah gagal dalam bekerja, orang lain jangan dikambing hitamkan”tegas Elvis.

Elvis juga meminta agar perbuatan sebagaimana diberitakan terkait dugaan adanya tudingan Plt. Sekda Belu kepada para petani bahwa telah mengambil bibit Maek Bako hendaknya tidak terulang lagi karena berkaitan dengan harkat dan martabat masyarakat kecil. (Ronny).

Popular Articles