ATAMBUA, Theeast.co.id – Jumlah grafik garis kemiskinan di Kabupaten Belu wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL pada tahun 2016 sampai tahun 2019 terus meningkat.
Informasi penduduk miskin pada tahun 2019 di kabupaten Belu secara nominal jumlah jiwa sebenarnya meningkat mulai dari tahun 2016 dengan jumlah penduduk miskin (dalam ribu jiwa) yaitu 33,13 kemudian 2017 menjadi 33,95 lalu 2018 turun ke 33,91 dan tahun 2019 menjadi 34,08.
Akan tetapi secara presentasi dari jumlah penduduk seluruhnya malah menurun mulai dari 15,95% (2017) kemudian turun 15,7% (2018) dan menjadi 15,54% (2019).
Hal ini diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu, Yustinus Siga saat ditemui awak media ini di ruang kerjanya, Selasa (10/03/2020).
“Berdasarkan data kemiskinan di Kabupaten Belu, garis kemiskinan meningkat tetapi presentasi penduduk miskinnya menurun,” tandasnya.
Kepala BPS Belu ini menerangkan jumlah orang miskin meningkat tetapi presentasinya menurun itu berarti orang yang lahir lebih banyak daripada orang yang miskin.
Disebutkan apabila Pemerintah yang serius pasti akan kuatir dimana jumlah orang lahir banyak dan orang miskin juga tambah banyak maka harus di cari tahu terhadap data itu.
“Dengan data yang ada, kalau dari sisi pemerintah harusnya mencari solusi misalnya kita cari tahu mengapa masyarakat susah makan. Oh ternyata masyarakat susah makan karena beras mahal. Tugas Pemerintah selesaikan harga beras masyarakat,” pinta Yustinus Siga.
Disebutkan bahwa data yang diambil ini sesuai dengan Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang mana itu adalah data konsumsi rumah tangga.
“Hasil susenas menyimpulkan bahwa ada penduduk miskin artinya konsumsi rumah tangga ada masalah yaitu itu makin menurun,” pinta Yustinus.
Disampaikan bahwa dengan data ini pernah diskusikan bersama Bupati Belu hanya belum ditanggapi secara serius.
Karena pada waktu itu, pihaknya (BPS Belu) meminta agar dalam penjabaran potret data sebaiknya dibicarakan bersama semua OPD terkait sebagai pihak eksekutor di lapangan dalam mendapatkan solusi. Namun sampai saati ini belum pernah dilaksanakan. (Ronny).


