DENPASAR, Theeast.co.id – Ketua Satgas Penanggulangan Corona Provinsi Bali Dewa Made Indra menegaskan, Bali tidak bisa serta merta mengeluarkan peta penularan virus Corona di Bali. “Peta penularan tidak dikeluarkan secara sembarangan. Tidak bisa dikeluarkan peta karena harus berdasarkan fakta bahwa virus Corona memang ada di Bali. Sementara yang ada selama ini memang belum bisa disebut peta karena semuanya negatif,” ujarnya di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Selasa (17/3). Peta penularan baru bisa dikeluarkan bila sudah ditemukan kasus positif di Bali.
Ia menegaskan, satu korban yang WNA memang meninggal dalam keadaan positif. Namun kasus itu sesungguhnya merupakan kasus impor. Virusnya memang sudah ada dalam diri korban saat datang ke Bali. Bahkan, suami korban pun sudah dinyatakan negatif dan sudah keluar dari rumah sakit. Selanjutnya, hasil Contact Tracing juga hingga saat ini belum ditemukan satu pun yang positif termasuk orang-orang yang berhubungan langsung dengan korban meninggal. “Suaminya korban merupakan orang yang paling dekat dengan korban sudah dinyatakan negatif. Lalu orang-orang yang pernah dipantau karena pernah kontak dengan korban juga sudah dinyatakan negatif. Bagaimana caranya kita bisa menyusun peta penularan. Jadi tidak ada peta penularan di Bali sebab belum ada satu pun yang positif yang benar-benar berada di Bali,” ujarnya.
Hingga hari ini Selasa (17/3), jumlah pasien yang pernah dirawat di seluruh rumah sakit di Bali sebanyak 78 orang. Dari jumlah itu, hanya 24 orang yang saat ini masih dirawat secara intensif dan sambil menunggu hasil pemeriksaan swap dari Litbangkes Jakarta. Sementara sisanya sudah dinyatakan sehat karena hasilnya negatif dan saat ini sudah keluar dari rumah sakit. Sementara yang 24 orang itu juga tinggal menunggu hasil lab dari Litbangkes Jakarta. Saat ini pun mereka dalam keadaan sehat-sehat seperti biasa, dan tinggal menunggu hasilnya saja.(axelle dae).


