SINGARAJA, Theeast.co.id – Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana memerintahkan semua tenaga medis yakni dokter dan perawat yang bekerja di RSUD Buleleng untuk melakukan test cepat atau Rapid Test Covid19, Jumat, (27/3/2020).
Permintaan tersebut disampaikan menyusul adanya satu perawat dari Buleleng yang diketahui positif Covid19 setelah sebelumnya merawat pasien positif asal Bali. Data terakhir di Buleleng menunjukkan, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) saat ini sebanyak 8 orang. Dari jumlah tersebut, 3 orang sudah membaik dan kini diisolasi secara mandiri. Sementara 5 PDP lainnya masih dalam perawatan intensif dan diisolasi di RSUD Buleleng.
Menurut Suradnyana, hal yang paling mengejutkan adalah ada satu perawat yang pernah merawat pasien positif nomor 3 dan 5 saat ini diketahui juga positif. Perawat itu asal Buleleng tetapi bekerja di RSUD Tabanan. “Perawat ini sempat berkontak dengan PDP nomor 3 dan 5 yang juga positif. Kami belum selesai melakukan Contact Tracing. Ada tambahan bidan, perawat dan sopir. Sopirnya bukan sopir ambulance tetapi sopir yang mengantar pasien nomor 3 dan 5. Kami akan melakukan Contact Tracing semua,” ujarnya.
Pihaknya saat ini sedang berkoordinasi dengan Satgas Penanggulangan Covid19 Bali agar data Contact Tracing untuk dibuka kepada tim surveilance Buleleng. Tujuannya agar semuanya didata sehingga mudah melakukan pengawasan sehingga peta sebaran bisa dilokalisir. Untuk sementara ada 73 tenaga medis di Buleleng untuk ditest dengan Rapid test.
Test dilakukan segera agar bila diketahui positif maka akan diisolasi atau isolasi mandiri. Selain itu, Pemkab Buleleng akan melakukan penyemprotan dua kali sehari di rumah sakit. Sementara pasar tradisional baru akan dibuka mulai pukul 11.00 Wita hingga pukul 14.00 Wita. Sebelum dan sesudah itu pasar akan ditutup. (axelle dae).


