ATAMBUA, Theeast.co.id – Dalam rangka persiapan penanganan terhadap virus Corona (Covid-19) di Wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL, Pemerintah Daerah Belu telah mengalokasikan dana penanganan terhadap Covid-19 kepada Rumah Sakit Umum Daerah Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua.
Tidak tanggung-tanggung, Pemerintah Kabupaten Belu mengalokasikan dana sebesar Rp. 11.294.850.356. Hal tersebut dibenarkan oleh Direktur RSUD Atambua dr. Batsheba Elena Corputty saat dikonfirmasi awak media, Senin (30/03/2020).
dr. Elena menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima alokasi dana tersebut dan sementara mempersiapkan ruangan khusus isolasi.
“Kami sementara mempersiapkan ruangan khusus isolasi dan progresnya sudah 90 persen, sehingga dalam beberapa hari kedepan ruangannya siap dipakai,” ungkapnya.
Terkait dengan rincian alokasi dana penanganan Covid-19, lanjut dr. Elena, pihaknya mempergunakan dana tersebut untuk pembayaran honor dokter, perawat, dan petugas kesehatan khusus penanganan pasien Covid-19.
Rincian dana lainnya, lanjut dr. Elena, pihaknya melakukan pengadaan barang dan jasa medis dalam hal ini logistik obat, regen, alat medis habis pakai, pengadaan alat pelindung diri (APD) serta kebutuhan lainnya untuk penanganan covid-19.
Selain itu, pengadaan suku cadang alkes dalam hal ini belanja modal termasuk mebel laboratorium beserta perlengkapan alkes sekaligus pengadaan tempat tidur, bedside monitoring dan inkubasi.
Pihaknya juga melakukan pengadaan komputer dan CCTV pada ruangan isolasi, sekaligus kebutuhan alat rumah tangga berupa tirai plastik, tempat sampah, ember dan kantong jenazah.
Kemudian pengadaan pakaian khusus bagi pasien dan pakaian kerja khusus bagi petugas sesuai standar untuk penanganan covid-19, serta dua unit ambulans khusus untuk pelayanan rujukan pasien covid-19.
Dari anggaran tersebut, pihaknya juga mengganggarkan biaya makan – minum bagi petugas medis selama menangani pasien Covid-19, biaya BBM untuk rujukan sekaligus biaya perjalanan untuk rujukan pasien.
Terkait dengan Alat Pelindung Diri (APD), dr. Elena mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan permintaan kepada Pemprov NTT dan APD tersebut telah berada di Kupang serta masih sementara menunggu pengirimannya.
“Beberapa hari lalu kami rapat koordinasi penanganan covid-19 di Kupang, kami mendapatkan sebanyak 10 unit APD dan 40 buah repitest, sedangkan APD lainnya sesuai informasi dari Pemprov NTT akan mengirimnya ke semua kabupaten,” ujar dr. Elena.
Selain RSUD Atambua, Pemkab Belu juga menyiapkan sejumlah ruangan isolasi pada gedung pelayanan kesehatan pelabuhan Kementerian Kelautan dan Perikanan, RST Wirasakti Atambua, Haliwen, GOR LA Bone yang dapat digunakan bila terjadi lonjakan pasien covid-19 pada RSUD Atambua. (Ronny).


