DENPASAR, Theeast.co.id – Data terakhir jumlah pasien sembuh dari Covid19 di Bali belum mengalami banyak perubahan. Sebaliknya jumlah pasien dalam perawatan (PDP) justeru terus membengkak. Ketua Satgas Penanggulangan Covid19 Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan, angka kumulatif di Bali pada Minggu (5/4) terus mengalami kenaikan. Jumlah PDP di Bali sampai dengan hari ini Minggu (5/4) sebanyak 188 orang. Jumlah ini naik 5 orang dibanding sehari sebelumnya yakni hanya 183 orang. Diketahui penambahan 5 orang tersebut semuanya adalah WNI atau warga Bali. “Jumlah ini semuanya telah diambil sampel. Sampel yang sudah keluar hasil pemeriksaan sebanyak 167 orang, terdiri dari 132 orang adalah negatif dan sisanya sebanyak 35 orang positif,” ujarnya. Jumlah yang positif ada tambahan 3 orang bila dibandingkan dengan hari sebelumnya yakni sebanyak 32 orang.
Dewa Indra juga menjelaskan tentang seorang Warga Negara Asing (WNA) di Bali meninggal dunia. WNA yang meninggal di tempatnya menginap di kawasan Banjar Anyar, Kuta itu ramai disebut di media sosial lantaran terjangkit Virus Corona atau COVID-19. Ia mengaku sudah mendengar informasi yang beredar liar terutama di Instagram tersebut.
“Mengenai WNA yang meninggal di Banjar Anyar saya sudah dapat laporannya,” kata Dewa Made Indra. Hanya saja, ia melanjutkan, semasih mendiang hidup belum pernah diambil sampel swap-nya untuk diuji COVID-19. Baru setelah ia meninggal diambil sampel swap-nya untuk menguji apakah ia positif terjangkit COVID-19 sebagaimana dikabarkan atau tidak alias negatif. “Jadi, kita belum bisa mengambil kesimpulan jika WNA tersebut posotif (terjangkit COVID-19),” ujarnya.
Di sisi lain, Dewa Made Indra menjelaskan jika Pemerintah Provinsi Bali telah membangun benteng pertahanan yang cukup kokoh untuk menghalau COVID-19 masuk ke Pulau Dewata. Pintu-pintu masuk Bali mulai darat, laut dan udara diawasi secara ketat. Di Bandara I Gusti Ngurah Rai misalnya, Dewa Made Indra menyebut pengetatan dilakukan dengan cara menyiapkan alat rapid test kepada mereka yang baru tiba dari daerah terdampak COVID-19.
“Kami membangun benteng pertahanan yang kuat di semua pintu masuk Bali. Mengapa demikian, karena sesungguhnya dia (COVID-19) datang dari luar (Bali). Kita ingin memperkecil risiko itu. Bandara Ngurah Rai salah satu lapisan pertahanan kita yang sangat kuat, baik di kedatangan internasional maupun domestik,” papar dia.
Hal yang sama ditetapkan di Pelabuhan Gilimanuk yang merupakan pintu masuk Bali dari Pulau Jawa. Pengetatan dilakukan dengan menguji rapid test kepada pendatang yang berasal dari daerah terdampak seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Jawa Timur maupun DI Yogyakarta. Bila ditemukan seseorang dengan gejala Covid19, maka seluruh warga akan bekerja sama memberikan edukasi tentang bagaimana pencegahan penularan.(axelle dae).


