DENPASAR, Theeast.co.id – Pemerintah Provinsi Bali terus berupaya memutus mata rantai penularan Covid19 di seluruh Bali. Salah satunya adalah dengan melakukan test cepat atau Rapit Test untuk mengetahui apakah seseorang dikatakan positif atau negatif. Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan, hingga saat ini sudah lebih dari 7 ribu Rapid Test yang sudah digunakan untuk mengetahui apakah seorang warga Bali itu positif atau negatif.
“Pemerintah terus mendatangkan Rapid Test ke Bali. Ini sebagai langkah cepat melokalisir penularan Covid19 di Bali. Penggunaan Rapid Test diprioritaskan bagi para pekerja migran Indonesia (PMI) asal Bali yang datang dari negara terpapar dan juga kepada para tenaga medis sebagai garda terdepan dalam merawat para penderita Covid19 di Bali,” ujarnya di Denpasar, Kamis (9/4).
Menurut Koster, Rapid Test Kit di Bali berasal dari bantuan Kepala BNPB sebanyak 12.200 Kit. Jumlah ini akan ditambah sebanyak 5.000 Kit. Semuanya sudah dibagikan ke seluruh rumah sakit rujukan yakni 11 rumah sakit sesuai dengan komposisinya masing-masing. Jumlah sekitar 7 ribu lebih yang sudah dipakai itu terutama untuk para PMI asal Bali yang terus berdatangan ke Bali saat ini. Para PMI ini wajib menggunakan Rapid Test saat mereka tiba di Bandara Ngurah Rai Bali.
“Sampai dengan tadi malam, berarti ada sekitar 6800 Rapid Test yang sudah digunakan. Jumlah ini berasal dari test cepat bagi PMI sampai kemarin sebanyak 6.174 orang, kemudian PMI yang baru datang tadi malam sebanyak sebanyak 601 orang, dan yang lainnya bagi tenaga medis yang merawat para PDP Covid19 selama ini. Sehingga diperkirakan jumlah yang sudah terpakai sebanyak lebih dari 6800 Rapid Test yang sudah terpakai,” ujarnya.
Selain sumbangan dari BNPB, Bali juga sudah mendatangkan sendiri Rapid Test dari Singapura sebanyak 20 ribu unit. Saat ini barangnya sudah tiba di Indonesia yakni di Bandara Soekarno-Hatta karena harus melakukan pemeriksaan dokumen masuk ke Indonesia. Dalam satu atau dua hari ke depan ini, Rapid Test dari Singapura akan masuk ke Bali.
Selain bantuan dari Singapura, Pemprov Bali melakukan pengadan sendiri sebanyak 4 ribu unit dan baru datang sekitar 200 unit. Semua PMI yang masuk ke Bali akan ditest dengan Rapid Test. Jumlahnya bisa mencapai 20 ribu lebih nantinya. Sementara untuk alat pelindung diri (APD) juga merupakan bantuan dari BNPB. Bali mendapatkan 12.500 unit. Jumlah ini telah dibagikan kepada seluruh rumah sakit rujukan sebanyak 12.300 unit.
Hingga saat ini masih tersisa sebanyak 200 unit. Pemprov Bali akan mengadakan sendiri APD sebanyak 4 ribu unit. Barangnya sudah dipesan namun masih dalam proses produksi sehingga belum datang ke Bali. Hal yang sama juga tentang masker. Saat ini masker bantuan dari BNPB sebanyak 37.500 buah dan masker N95 sisa dari bencana Gunung Agung
sebanyak 24.960 buah.(axelle dae).


